Kubu Raya (Suara Landak) – Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Kali ini, kebakaran dilaporkan muncul di kawasan Jalan Sungai Raya Dalam, tepatnya di sekitar Komplek Alam Mulia Serdam dan Komplek Miari 14, Kamis (22/1/2026) sore.
Kebakaran Hutan dan Lahan Yang Terjadi di Kawasan Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (22/01/2026) malam.SUARALANDAK/SK
Berdasarkan keterangan warga setempat, api pertama kali terlihat muncul di area Komplek Miari 14. Salah seorang warga, Arif, mengungkapkan kebakaran mulai terpantau sejak siang hari. Ia mengetahui kejadian tersebut dari istrinya yang lebih dulu melihat kepulan asap dan nyala api di lokasi.
“Istri saya bilang, sekitar jam setengah dua siang,” ujar Arif saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis sore.
Menurut Arif, api dengan cepat membesar dan sempat mengkhawatirkan warga karena lokasi kebakaran cukup dekat dengan kawasan permukiman. Kondisi cuaca yang kering disertai angin membuat warga meningkatkan kewaspadaan, mengingat api berpotensi meluas.
Beruntung, kebakaran di sekitar Komplek Miari 14 berhasil dipadamkan berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi. Namun, di saat api di satu titik mulai terkendali, kebakaran justru dilaporkan membesar di lokasi lain yang berjarak sekitar 500 meter dari Komplek Alam Mulia Serdam.
“Asap semakin tebal. Informasi yang saya dapat, ada sekitar empat titik lokasi kebakaran,” kata Arif.
Asap tebal sempat menyelimuti kawasan sekitar dan menimbulkan kekhawatiran warga, terutama mereka yang tinggal tidak jauh dari lokasi karhutla. Sejumlah warga memilih bersiaga dan memantau perkembangan api, sementara sebagian lainnya membatasi aktivitas di luar rumah akibat asap yang semakin pekat.
Hingga berita ini diturunkan, api dilaporkan telah berhasil ditangani. Upaya pemadaman melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Kubu Raya bersama tim dari Provinsi Kalimantan Barat.
“Api sudah berhasil ditangani oleh BNPB Kubu Raya dan Provinsi Kalimantan Barat,” jelas Arif.
Pemerintah dan petugas terkait mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, mengingat kondisi cuaca kering masih berpotensi memicu terjadinya karhutla di sejumlah wilayah Kubu Raya.[SK]