![]() |
Pius Nastro Bunga, seorang tokoh masyarakat Dusun Berinang Lesung, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, enam dusun di daerah mereka masih belum menikmati fasilitas listrik. Hal ini, menurutnya, sangat diharapkan oleh masyarakat setempat. Di samping kebutuhan listrik, Pius juga menyoroti potensi lahan sawah yang cukup luas di wilayah tersebut, mencapai 1.250 hektare, yang dapat mendukung swasembada pangan.
“Jadi Bapak, kami di sini ada 6 dusun yang belum punya listrik, jadi memang ini lah yang ditunggu-tunggu masyarakat. Tetapi untuk sawah saja di sini 1.250 hektare. Jadi yang dicanangkan oleh presiden terpilih, kami juga bisa mencanangkan swasembada pangan kecil-kecilan dari bawah,” kata Pius.
Pius turut menyampaikan harapan agar potensi wisata di dusun mereka dapat lebih diperhatikan dan dikembangkan. Ia menyinggung sebuah danau sepanjang 700 meter yang memiliki potensi sebagai destinasi wisata, namun hingga kini belum dikelola secara optimal meskipun telah diajukan ke Dinas Pariwisata.
“Kami di sini Bapak punya tempat wisata yang belum digali. Di sini ada danau yang panjangnya kurang lebih 700 meter. Kita juga kemarin sudah datang ke Dinas Pariwisata untuk mendaftarkannya, tapi memang belum dilaksanakan. Semoga nanti kalau Bapak sudah terpilih jadi Wakil Gubernur, ada bekasnya juga nanti di sini,” tambahnya.
Merespon aspirasi warga, Didi Haryono, yang akrab disapa Bang Didi, menegaskan bahwa pemerataan listrik di seluruh Kalimantan Barat adalah salah satu program kerja utama yang akan terus dilanjutkan bersama Sutarmidji dan Yuliansyah. Ia berkomitmen untuk memastikan seluruh wilayah, termasuk dusun-dusun terpencil, dapat segera menikmati fasilitas listrik.
“Itu tadi tentunya menjadi program kita bersama-sama dengan Pak Yuliansyah, karena Pak Yuliansyah ini sangat luar biasa kontribusinya kepada daerah-daerah dan desa-desa yang memberikan suaranya yang luar biasa kepada Gerindra,” ujar Didi.
Didi juga berjanji akan memperhatikan pengembangan sektor pariwisata di daerah tersebut. Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki 320 titik destinasi wisata alam yang potensial dan perlu dikembangkan lebih lanjut. Ia berkomitmen untuk menginventarisasi tempat-tempat wisata ini agar dapat dikelola dan menjadi daya tarik bagi pengunjung lokal maupun mancanegara.
“Terkait dengan pariwisata, di Kalimantan Barat ini 320 titik destinasi wisata alam atau pun tempat wisata kita yang sangat-sangat alami. Tentunya nanti kita akan inventarisasi dan terima kasih banyak sudah memberi masukan kepada kami. Mudah-mudahan nanti dengan izin Allah yang Maha Kuasa, kita coba untuk mengangkat wisata dan daerah-daerah yang ada tempat wisatanya,” tutup Didi Haryono.
Harapan warga Dusun Berinang Lesung ini menjadi salah satu cerminan aspirasi masyarakat Kalimantan Barat yang menginginkan pembangunan infrastruktur dasar serta pengelolaan potensi lokal yang maksimal untuk kesejahteraan bersama. [SK]
