Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi sorotan pelaku pasar untuk perdagangan Senin, 9 November 2026. KB Valbury Sekuritas merilis analisisnya mengenai potensi memaksimalkan keuntungan dari saham BMRI bagi investor yang melakukan trading.
KB Valbury Sekuritas memberikan rekomendasi trading buy untuk saham BMRI. Untuk perdagangan harian, target harga yang ditetapkan adalah Rp 3.740. Investor disarankan untuk masuk pada kisaran harga Rp 3.610 hingga Rp 3.700 sebagai entry price.
Secara teknikal, level resistance atau batas atas pergerakan harga saham BMRI berada di Rp 3.740, sementara level support atau batas bawahnya adalah Rp 3.610. KB Valbury Sekuritas mengingatkan agar investor waspada jika harga menembus Rp 3.610 dan menyarankan untuk melakukan stop loss di level Rp 3.480.
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Jumat, 6 November 2026, saham BMRI tercatat menguat 2,49% ke level Rp 3.700. Namun, dalam sepekan terakhir, saham BMRI mengalami koreksi tipis sebesar 0,5% dan dalam sebulan terakhir anjlok 9,7%. Secara year-to-date (ytd), BMRI telah terkoreksi 27,4%.
Sementara itu, MNC Sekuritas dalam risetnya tetap mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BMRI, meskipun memangkas target harganya menjadi Rp 5.100. Penyesuaian target harga ini didasarkan pada kenaikan asumsi biaya ekuitas (cost of equity/CoE) menjadi 12,5%. Kenaikan ini menyusul penyesuaian asumsi tingkat imbal hasil bebas risiko yang mencerminkan peningkatan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN).
Meskipun target harga dipangkas, MNC Sekuritas tetap mempertahankan proyeksi keuangan BMRI untuk periode 2026 hingga 2027. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan realisasi laba bersih selama sembilan bulan pertama 2026 yang telah mencapai 78% dari estimasi setahun penuh.
Prospek pemulihan margin bunga Bank Mandiri juga didukung oleh potensi peningkatan penyaluran kredit ke sektor swasta yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Hal ini terjadi meskipun pertumbuhan kredit secara umum masih didominasi oleh segmen korporasi besar.
BMRI melaporkan laba bersih sebesar Rp 15,1 triliun pada kuartal III-2026. Angka ini menunjukkan peningkatan 13,9% secara tahunan dan 0,6% secara kuartalan. Dengan pencapaian tersebut, laba bersih selama sembilan bulan pada 2026 mencapai Rp 45,5 triliun, yang merupakan pertumbuhan 20,7% secara tahunan.
Realisasi laba bersih ini telah memenuhi 78% dari estimasi MNC Sekuritas dan 80% dari konsensus analis untuk proyeksi tahun 2026. Namun, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BMRI secara bank only mengalami penurunan 34 basis poin menjadi 3,87% pada kuartal III-2026. Penurunan ini terjadi seiring dengan peningkatan biaya dana sebesar 30 basis poin menjadi 2,34%.
Komentar