Saham TLKM Disebut Punya Potensi Keuntungan 66,6%, Ini Alasannya

Analis KB Valbury Sekuritas menilai saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memiliki valuasi menarik dengan potensi capital gain 66,6%.

Saham TLKM Disebut Punya Potensi Keuntungan 66,6%, Ini Alasannya
Telkom (TLKM). (Foto: Telkom)

Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) diperdagangkan dengan valuasi yang menarik, membuka peluang keuntungan dari kenaikan harga saham (capital gain) yang diprediksi mencapai 66,6%. Prospek positif ini ditopang oleh pertumbuhan bisnis di luar layanan seluler serta kinerja keuangan perseroan yang tetap solid.

Analis KB Valbury Sekuritas, Steven Gunawan, menyatakan bahwa valuasi saham TLKM semakin menarik setelah mengalami tekanan sentimen pasar. Pertumbuhan layanan data, teknologi informasi, dan bisnis korporasi menjadi faktor utama yang menopang prospek Telkom.

Pendapatan TLKM sepanjang sembilan bulan pada 2026 mencapai Rp 113,5 triliun, meningkat 3,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh layanan data dan teknologi informasi (information technology/IT) yang meningkat 8,3%, serta segmen bisnis antar korporasi (business to business/B2B) yang tumbuh 7,8%.

“Selain itu, bisnis konvergensi jaringan tetap dan seluler (fixed mobile convergence/FMC) menunjukkan perkembangan positif,” tulis Steven dalam risetnya, Jumat (6/11/2026).

Jumlah pelanggan paket gabungan layanan seluler dan internet pita lebar meningkat 11,9% secara tahunan menjadi 6,3 juta pelanggan. Tingkat penetrasi FMC pun naik menjadi 65,2% dibandingkan 55% pada sembilan bulan pada 2025.

KB Valbury Sekuritas mempertahankan seluruh proyeksi kinerja TLKM untuk tahun 2026 karena realisasi sepanjang sembilan bulan masih sesuai ekspektasi.

Menurut Steven, terdapat tiga katalis utama bagi TLKM: struktur harga layanan telekomunikasi yang semakin rasional, pertumbuhan FMC dan internet serat optik langsung ke rumah (fiber to the home/FTTH), serta penguatan permintaan layanan korporasi.

Kebutuhan pelanggan korporasi terhadap jaringan sewa khusus (leased line), internet of things (IoT), dan komputasi awan (cloud services) berpotensi menjadi sumber pertumbuhan tambahan Telkom.

Meskipun demikian, Steven mengingatkan adanya risiko kenaikan biaya spektrum frekuensi dan regulasi, peningkatan suku bunga di luar perkiraan, serta perpindahan pelanggan ke paket layanan yang lebih murah. Di sisi lain, ketidakpastian terkait MSCI, potensi aksi jual investor asing, dan lemahnya sentimen pasar juga masih dapat menekan saham TLKM dalam jangka pendek.

Potensi Capital Gain Saham TLKM

KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM dengan target harga Rp 3.300. Target ini mengindikasikan potensi capital gain saham TLKM sekitar 66,6% dibandingkan harga penutupan perdagangan Jumat (6/11/2026) sebesar Rp 1.980.

Target harga tersebut menggunakan rasio nilai perusahaan terhadap laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EV/EBITDA) sebesar 4,4 kali untuk proyeksi 2026, atau 0,5 standar deviasi di bawah rata-rata historis lima tahun.

Saat ini, saham TLKM diperdagangkan pada rasio EV/EBITDA sebesar 3 kali, mencerminkan diskon valuasi 36,6% dibandingkan rata-rata historis lima tahun sebesar 4,8 kali.

KB Valbury Sekuritas menilai kekhawatiran pasar telah tercermin dalam valuasi saham. Penguatan FMC, bisnis infrastruktur B2B, dan efisiensi biaya berpotensi menopang laba Telkom sekaligus membuka peluang peningkatan valuasi (re-rating).

KB Valbury Sekuritas juga berencana mengevaluasi proyeksi dan memperbarui dasar valuasi menggunakan estimasi kinerja tahun 2027 seiring semakin besarnya kontribusi bisnis di luar seluler.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *