Investor asing melakukan aksi beli bersih atau net buy senilai Rp 153,2 miliar dalam perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 6 November 2026. Transaksi besar ini didominasi oleh pembelian dua saham bank unggulan, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Berdasarkan data yang dirilis Stockbit Sekuritas, asing mencatatkan net buy saham BBRI sebesar Rp 44,4 miliar, dihitung berdasarkan harga rata-rata sesi I. Volume transaksi saham BBRI mencapai 16,45 juta lembar. Aksi beli ini terjadi di pasar reguler meskipun harga saham BBRI mengalami pelemahan 0,37% menjadi Rp 2.700 pada saat berita ini ditayangkan. Dalam sebulan terakhir, saham BBRI tercatat turun 13,4%, dan secara year-to-date (ytd) anjlok 26,2%.
Data dari IDX menunjukkan bahwa saham BBRI telah ditransaksikan sebanyak 56,5 juta lembar dengan frekuensi 12.650 kali, menghasilkan nilai transaksi mencapai Rp 152,7 miliar. Hal ini menandakan adanya minat beli yang cukup signifikan dari investor asing terhadap saham perbankan pelat merah ini.
Tidak hanya BBRI, investor asing juga mencatatkan net buy pada saham BMRI senilai Rp 41,3 miliar, dihitung dari harga rata-rata sesi I. Volume transaksi saham BMRI mencapai 11,5 juta lembar. Aksi pembelian ini dilakukan saat harga saham BMRI terpantau stagnan di level Rp 3.610. Dalam sebulan terakhir, saham BMRI telah mengalami penurunan 11,95%, dan secara year-to-date (ytd) anjlok 29,2%.
Data IDX juga mencatat total transaksi saham BMRI mencapai 49,37 juta lembar dengan frekuensi 9.720 kali, serta nilai transaksi sebesar Rp 177,3 miliar. Keduanya menunjukkan bahwa saham-saham bank besar ini tetap menjadi daya tarik bagi investor asing meskipun pasar sedang mengalami fluktuasi.
Komentar