JAKARTA – PT Jhonlin Baratama, perusahaan yang terafiliasi dengan pengusaha batu bara Haji Isam, secara resmi telah menguasai sebanyak 10.084.088.370 lembar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Kepemilikan ini setara dengan 30,25% dari total saham perusahaan.
Informasi tersebut tercantum dalam data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per tanggal 30 Oktober 2026. Namun, selain PT Jhonlin Baratama, terdapat nama lain yang juga baru tercatat sebagai pemegang saham signifikan BYAN dengan porsi di atas 1%.
Per akhir Oktober 2026, PT Pelayaran Samudera Lamappepening tercatat menggenggam 666.666.700 lembar saham Bayan Resources. Jumlah ini setara dengan 2% dari total saham perusahaan. Pada data bulan sebelumnya, PT Pelayaran Samudera Lamappepening belum masuk dalam daftar pemegang saham BYAN dengan kepemilikan di atas 1%.
Sebelumnya, Low Tuck Kwong sempat melakukan transaksi penjualan saham BYAN. Pada 15 Oktober 2026, ia melepas sebanyak 650.000.032 lembar saham di harga Rp 2.588 per saham. Bersamaan dengan itu, Elaine Low, putrinya, turut menjual 16.666.668 lembar saham BYAN dengan harga yang sama.
Jika diakumulasikan, total saham yang dijual oleh Low Tuck Kwong dan Elaine Low pada tanggal tersebut mencapai 666.666.700 lembar. Jumlah ini sama persis dengan total saham Bayan Resources yang dipegang oleh PT Pelayaran Samudera Lamappepening per 30 Oktober 2026.
Transaksi penjualan saham oleh Low Tuck Kwong dan Elaine Low pada 15 Oktober 2026 terjadi setelah keduanya menjual saham BYAN kepada PT Jhonlin Baratama pada 7 Oktober 2026. Harga per saham dalam transaksi dengan Jhonlin Baratama juga ditetapkan sebesar Rp 2.588.
Per 30 Oktober 2026, Low Tuck Kwong tercatat masih menggenggam 2.766.667.800 lembar saham BYAN, atau setara dengan 8,30% kepemilikan. Sementara itu, putrinya, Elaine Low, menguasai 7.333.833.700 lembar saham Bayan Resources, yang mencakup 22% dari total saham perusahaan.
Komentar