Investor Asing Borong BBCA, Lepas GOTO dalam Perdagangan Jumat

Investor asing menunjukkan preferensi berbeda pada perdagangan Jumat (6/11/2026), dengan BBCA menjadi favorit dan GOTO mencatat penjualan bersih terbesar.

Investor Asing Borong BBCA, Lepas GOTO dalam Perdagangan Jumat
Karyawan sekuritas mengamati pergerakan saham. (Foto: Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA – Investor asing menunjukkan pola transaksi yang kontras pada perdagangan saham Jumat, 6 November 2026. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi primadona dengan catatan pembelian bersih signifikan, sementara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) justru mengalami penjualan bersih terbesar di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data yang dirilis BRI Danareksa Sekuritas, saham BBCA diborong investor asing senilai Rp 218,9 miliar. Di sisi lain, GOTO mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 127,5 miliar. Perbedaan mencolok ini terjadi di tengah total pembelian bersih investor asing di seluruh pasar BEI yang mencapai Rp 328,2 miliar pada hari yang sama.

Secara keseluruhan, akumulasi penjualan bersih oleh investor asing sejak awal tahun (year to date/ytd) tercatat sebesar Rp 98,08 triliun, berdasarkan data BEI. Selain BBCA, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga diminati dengan pembelian bersih Rp 92,1 miliar. Saham PT Astra International Tbk (ASII) menyusul dengan Rp 83,29 miliar, diikuti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 32,6 miliar, dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp 20,29 miliar.

Sementara itu, GOTO memimpin daftar saham yang dilepas investor asing, disusul oleh PT Antam Tbk (ANTM) dengan penjualan bersih Rp 47,2 miliar. Investor asing juga melepas saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 43,8 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 35,3 miliar, dan PT Timah Tbk (TINS) Rp 29,3 miliar.

Di tengah pergerakan saham tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 20,1 poin atau 0,4% ke level 5.050,4 pada penutupan perdagangan. Penguatan ini didorong oleh sektor keuangan yang naik 1,5%, serta sektor barang konsumen primer sebesar 0,8%. Sebaliknya, sektor teknologi mengalami koreksi terdalam 3,1%, diikuti sektor barang baku yang melemah 2,4%.

Meskipun IHSG menguat, mayoritas saham justru mengalami pelemahan. Tercatat sebanyak 231 saham menguat, 440 saham melemah, dan 292 saham stagnan, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 10,2 triliun. Dari kelompok indeks LQ45, saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,5% menjadi Rp 1.370.

Beberapa saham juga melonjak hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA). Saham AIMS melonjak 25% ke Rp 1.175, POLU melejit 19,9% ke Rp 8.875, PLAN naik 9,7% ke Rp 45, dan LMAX terdorong naik 9,6% ke Rp 68.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *