Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dinilai memiliki potensi keuntungan yang signifikan setelah mengalami penurunan akibat tekanan sentimen pasar. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,47% pada kuartal III-2026 menjadi salah satu faktor pendukung prospek saham emiten bank BUMN ini.
Head of Research Pluang Maju Sekuritas, Jason Gozali, mengungkapkan bahwa fundamental ekonomi domestik tetap solid meskipun pasar saham dan nilai tukar rupiah sedang menghadapi tekanan. Kondisi ini dinilainya membuka peluang bagi saham bank BUMN yang valuasinya sudah tertekan.
“Pertumbuhan ekonomi 5,47% di kuartal III menjadi pengingat bahwa fondasi ekonomi Indonesia jauh lebih kuat daripada yang tercermin di pasar saham saat ini,” ujar Jason di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Menurut Jason, pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh peningkatan konsumsi pemerintah, investasi, konsumsi rumah tangga, dan ekspor. Kinerja ini menjadi sinyal positif di tengah tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah akibat rencana MSCI serta sentimen global.
Sektor perbankan BUMN diperkirakan akan menjadi salah satu penerima manfaat paling langsung dari penguatan ekonomi domestik. Penempatan dana pemerintah di bank BUMN, stabilitas suku bunga Bank Indonesia (BI), serta daya tahan konsumsi masyarakat dinilai mampu menopang pertumbuhan kredit.
Jason menambahkan bahwa tekanan sentimen MSCI telah menyebabkan koreksi mendalam pada saham sejumlah bank besar. Namun, penurunan harga saham ini justru membuat valuasi dan potensi imbal hasil dividen menjadi semakin menarik.
Berdasarkan analisis Pluang Maju Sekuritas, dividend yield BBRI berada di kisaran 12,9%, sedangkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sekitar 15,1%. Angka tersebut jauh melampaui imbal hasil surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun yang mencapai 7,4%.
Meskipun demikian, Jason mengingatkan investor untuk tetap mencermati sejumlah risiko, terutama keputusan MSCI, tekanan nilai tukar rupiah, dan ketidakpastian politik yang berpotensi memicu volatilitas pasar saham.
“Namun, bagi investor jangka panjang, kombinasi ekonomi yang tumbuh di atas ekspektasi dan valuasi yang tertekan adalah peluang yang jarang datang,” ungkapnya.
Potensi Cuan Saham BBRI Capai 42,6%
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Pluang Maju Sekuritas menyarankan investor untuk melakukan akumulasi saham secara bertahap.
Pluang mempertahankan target harga saham BBRI sebesar Rp 3.850. Angka ini mencerminkan potensi keuntungan sebesar 42,6% dibandingkan harga penutupan pada perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/11/2026), yang tercatat sebesar Rp 2.700.
Dengan demikian, saham BBRI masih menyimpan potensi kenaikan sebesar Rp 1.150 per saham apabila mampu mencapai target harga yang ditetapkan Pluang Maju Sekuritas. Selain BBRI, Pluang Maju Sekuritas juga mempertahankan pandangan positif terhadap prospek saham BMRI.
Komentar