Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi sorotan dengan potensi keuntungan yang signifikan. KB Valbury Sekuritas merilis analisisnya untuk mengoptimalkan potensi cuan bagi investor yang ingin melakukan trading pada saham ini.
KB Valbury Sekuritas memberikan rekomendasi buy on weakness atau beli saat harga melemah untuk saham TLKM, dengan target harga harian di Rp 2.010. Investor disarankan untuk masuk pada kisaran harga Rp 1.935-1.980 sebagai entry price.
Secara teknikal, level resistance atau batas atas untuk saham TLKM berada di Rp 2.010, sementara level support atau batas bawahnya adalah Rp 1.935. KB Valbury Sekuritas mengingatkan untuk waspada jika harga menembus Rp 1.935 dan menyarankan stop loss di level Rp 1.855.
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Jumat (6/11/2026), saham TLKM tercatat terkoreksi 0,5% ke level Rp 1.980. Dalam sepekan terakhir, pergerakan TLKM cenderung stagnan, sementara dalam sebulan terakhir saham ini anjlok 13,5%. Secara year to date (ytd), TLKM telah ambles 43,1%.
Saat ini, saham TLKM diperdagangkan dengan valuasi yang dianggap murah, membuka peluang keuntungan dari kenaikan harga saham atau capital gain yang besar. Prospek positif ini didukung oleh pertumbuhan bisnis di luar layanan seluler serta kinerja keuangan perseroan yang tetap solid.
Analis KB Valbury Sekuritas, Steven Gunawan, dalam risetnya menilai bahwa valuasi saham TLKM semakin menarik setelah mengalami tekanan sentimen pasar. Pertumbuhan layanan data, teknologi informasi, dan bisnis korporasi menjadi faktor utama yang menopang prospek Telkom.
Pendapatan TLKM selama sembilan bulan pertama tahun 2026 mencapai Rp 113,5 triliun, menunjukkan peningkatan sebesar 3,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. KB Valbury Sekuritas mempertahankan seluruh proyeksi kinerja TLKM untuk tahun 2026, karena realisasi hingga sembilan bulan masih sesuai dengan ekspektasi.
Potensi Gain Besar Saham TLKM
KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM dengan target harga yang lebih tinggi, yaitu Rp 3.300. Target harga ini mengindikasikan potensi capital gain saham TLKM sekitar 66,6% jika dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan Jumat (6/11/2026) yang sebesar Rp 1.980.
Target harga tersebut didasarkan pada rasio nilai perusahaan terhadap laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EV/EBITDA) sebesar 4,4 kali untuk proyeksi tahun 2026. Angka ini setara dengan 0,5 standar deviasi di bawah rata-rata historis lima tahun.
Saat ini, saham TLKM diperdagangkan pada rasio EV/EBITDA sebesar 3 kali. Hal ini mencerminkan adanya diskon valuasi sebesar 36,6% dibandingkan dengan rata-rata historis lima tahun yang berada di angka 4,8 kali.
KB Valbury Sekuritas menilai bahwa kekhawatiran pasar telah tercermin dalam valuasi saham saat ini. Penguatan pada segmen Fixed Mobile Convergence (FMC), bisnis infrastruktur Business-to-Business (B2B), dan efisiensi biaya berpotensi menopang laba Telkom sekaligus membuka peluang peningkatan valuasi atau re-rating.
Lebih lanjut, KB Valbury Sekuritas berencana untuk mengevaluasi proyeksi dan memperbarui dasar valuasi dengan menggunakan estimasi kinerja tahun 2027. Langkah ini seiring dengan semakin besarnya kontribusi bisnis di luar layanan seluler terhadap kinerja perusahaan.
Komentar