Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas mencatat sedikitnya 406 unit rumah warga terendam banjir. Tidak hanya permukiman, aktivitas pendidikan juga ikut terganggu akibat tujuh fasilitas sekolah yang terdampak genangan air.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sambas, Alwindo, mengatakan bahwa kondisi banjir di Kecamatan Galing saat ini telah berangsur surut. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan.
“Situasi banjir di Galing dan Sijang saat ini Alhamdulillah sudah surut, namun warga kami imbau agar tetap waspada,” ujar Alwindo.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat, potensi curah hujan dengan intensitas tinggi masih diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut berpotensi memicu kembali terjadinya banjir di wilayah rawan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap siaga karena menurut data BMKG, ke depan masih ada potensi hujan dengan intensitas tinggi,” katanya.
Alwindo menjelaskan, BPBD Sambas telah turun langsung ke lapangan pada Rabu, 7 Januari 2026, tepatnya di Dusun Dadau dan Semanas, Desa Tempapan Hulu. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau kondisi terkini sekaligus melakukan pendataan dampak banjir yang dialami warga.
Selain pemantauan, BPBD Sambas juga telah mengeluarkan surat imbauan yang disebarkan kepada aparat dan perangkat desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Bantuan logistik berupa sembako juga telah disalurkan kepada warga terdampak bersama OPD terkait.
“BPBD bersama OPD terkait juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako kepada masyarakat terdampak,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Alwindo mengingatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas untuk mewaspadai kondisi dua hingga tiga hari ke depan, seiring terjadinya banjir parah di Kabupaten Bengkayang, khususnya wilayah Suti Semarang.
“Aliran air dari Bengkayang otomatis mengarah ke Kabupaten Sambas, terutama Kecamatan Sejangkung. Kami terus memantau desa-desa yang setiap tahun berpotensi terdampak banjir,” pungkasnya.[SK]