 |
| Abrasi Pantai Kahona, Desa Sarang Burung Danau, Kecamatan Jawai, semakin mengkhawatirkan. Belasan rumah warga terdampak, dua di antaranya rusak parah. SUARALANDAK/SK |
Sambas (Suara Landak) – Abrasi pantai yang terus terjadi di kawasan Pantai Kahona, Desa Sarang Burung Danau, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, semakin mengkhawatirkan. Gelombang laut yang terus menggerus garis pantai telah merusak belasan rumah warga dan mengancam keselamatan permukiman di wilayah pesisir, Rabu (14/1/2026).
Kepala Desa Sarang Burung Danau, Halimras, meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sambas untuk segera turun tangan menangani dampak abrasi tersebut. Ia menekankan pentingnya bantuan nyata, termasuk upaya relokasi bagi warga yang rumahnya terdampak langsung.
“Dampak abrasi ini sudah menelan banyak rumah warga. Kami sangat berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah, terutama untuk relokasi rumah warga yang terdampak bencana,” ujar Halimras.
Ia mengaku kecewa karena hingga saat ini belum ada penanganan khusus dari pemerintah daerah, sementara kondisi di lapangan terus memburuk dan berpotensi menimbulkan korban yang lebih besar jika dibiarkan tanpa solusi.
Senada dengan itu, Kepala Dusun Kuala Baru, Desa Sarang Burung Danau, Hermanto, menyampaikan bahwa jumlah rumah warga yang terdampak abrasi mencapai belasan unit. Dari jumlah tersebut, dua rumah mengalami kerusakan paling parah, sedangkan rumah lainnya terdampak timbunan pasir dan kerusakan struktural akibat terjangan ombak.
Hermanto menjelaskan bahwa abrasi pantai sebenarnya merupakan kejadian yang hampir rutin setiap tahun. Namun, kondisi paling parah terjadi sejak akhir tahun 2025 hingga saat ini, tepatnya sejak November.
“Abrasi memang terjadi setiap tahun, tetapi yang paling parah itu sejak akhir 2025 sampai sekarang. Kalau tidak ada penahan ombak, kemungkinan tahun depan kondisinya akan lebih parah lagi,” jelasnya.
Ia menambahkan, salah satu faktor utama penyebab abrasi adalah belum adanya bangunan penahan ombak di sepanjang pantai. Usulan pembangunan penahan ombak telah beberapa kali diajukan, namun hingga kini belum terealisasi.
Selain itu, berkurangnya kawasan mangrove yang sebelumnya berfungsi sebagai pelindung alami pantai turut memperparah kondisi abrasi. Mangrove yang berada dekat garis pantai kini sudah tidak ada lagi, diduga akibat penebangan, sementara mangrove yang tersisa berada jauh ke arah daratan sehingga tidak lagi efektif menahan gelombang laut.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan dan melakukan penanganan yang serius agar abrasi tidak semakin meluas dan mengancam keselamatan masyarakat pesisir Desa Sarang Burung Danau,” pungkas Hermanto.[SK]