Hal tersebut disampaikan Ria Norsan saat menghadiri Deklarasi Garda Literasi Pemuda pada Optimalisasi Peran Media Sosial bersama Pemuda Melayu yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Pontianak.
“Saya menyatakan bahwa kegiatan literasi digital ini sangat penting untuk membekali para peserta dalam berselancar di dunia maya,” ujar Ria Norsan dalam sambutannya.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital yang begitu pesat bisa menjadi ancaman serius jika tidak digunakan secara bijak. Dunia maya, kata Norsan, dapat berubah menjadi ruang yang berbahaya apabila dimanfaatkan tanpa etika dan tanggung jawab.
Ia mencontohkan kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang saat ini mampu menggabungkan foto dan suara seseorang sehingga terlihat sangat mirip dengan aslinya.
“Bisa foto kalian disatukan dan mirip. Mulut kalian ngomong juga mirip. Ini kalau untuk fitnah orang paling mudah digunakan melalui aplikasi ini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga perilaku dan etika digital dengan mengibaratkan perubahan zaman.
“Kalau dulu pepatah mengatakan, akibat mulut badan binasa. Sekarang hati-hati, akibat jari jemari, badan pun bisa binasa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ria Norsan mengkritik fenomena media yang ia sebut sebagai “wani viral”, yakni keberanian memviralkan sesuatu tanpa memperhatikan kebenaran, bahkan rela menyebarkan fitnah dan kebohongan demi keuntungan finansial.
“Media seharusnya menyampaikan berita yang benar, faktual, dan sesuai dengan kondisi di lapangan agar masyarakat mendapatkan informasi yang valid,” katanya.
Ia mencontohkan maraknya pemberitaan hoaks terkait bencana banjir bandang di Aceh yang sempat beredar luas di media sosial, sehingga masyarakat harus ekstra cermat dalam menyaring informasi.
“Saya tegaskan bahwa memberitakan kebohongan adalah perbuatan dosa. Uang yang diperoleh dari cara yang tidak benar, seperti menyebarkan fitnah, tidak akan berkah, apa pun suku dan agamanya,” tegas Norsan.
Menutup sambutannya, Gubernur Ria Norsan mendorong generasi muda untuk menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), khususnya di bidang digital dan media.
“Saya berharap pelatihan ini dapat melahirkan insan pers dan generasi muda yang benar-benar baik, profesional, dan mampu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat tanpa mengandung fitnah,” pungkasnya.[SK]