Sambas (Suara Landak) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Sintete, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, meningkatkan kesiapan layanan angkutan laut perintis menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan, keselamatan, serta kenyamanan penumpang selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Senin (15/12/2025).
KSOP Sintete siagakan KM Sabuk Nusantara 36 untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan distribusi logistik ke pulau-pulau terpencil jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.SUARALANDAK/SK
Kepala KSOP Kelas IV Sintete, Hary Suryanto, menegaskan bahwa KM Sabuk Nusantara 36 memiliki peran strategis dan vital bagi masyarakat kepulauan. Kapal perintis tersebut tidak hanya melayani angkutan penumpang, tetapi juga menjadi jalur utama distribusi logistik ke wilayah-wilayah terpencil yang memiliki keterbatasan akses transportasi.
“KM Sabuk Nusantara 36 bukan hanya mengangkut penumpang, tetapi juga menjadi tulang punggung distribusi logistik, khususnya bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat pulau,” ujar Hary.
Ia menjelaskan, KM Sabuk Nusantara 36 disiagakan sebagai armada utama pada rute R-9 Sintete yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan sejumlah pulau di wilayah Kepulauan Riau dan sekitarnya. Untuk mendukung kelancaran pelayanan selama Nataru, KSOP Sintete telah mendirikan Posko Terpadu Angkutan Laut Natal dan Tahun Baru di Terminal Penumpang Pelabuhan Sintete.
“Posko Nataru ini kami siapkan untuk memberikan pelayanan, pengawasan, serta informasi kepada masyarakat, khususnya terkait jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal,” jelasnya.
KM Sabuk Nusantara 36 melayani rute strategis Sintete – Serasan – Subi – Ranai/Penagi – Pulau Laut – Sedanau – Midai – Tarempa – Letung – Tanjung Pinang – Tambelan, kemudian kembali ke Sintete. Rute ini dinilai sangat penting karena menjadi akses utama bagi masyarakat pulau yang jarang dilayani oleh kapal komersial.
Mengacu pada pelaksanaan Nataru tahun sebelumnya, Hary memperkirakan arus penumpang dan barang di Pelabuhan Sintete akan mengalami peningkatan sekitar 10 hingga 15 persen.
“Berdasarkan pengalaman tahun lalu, peningkatan aktivitas ini didominasi oleh penumpang dan muatan barang dari Kepulauan Riau menuju Sintete maupun sebaliknya, terutama untuk keperluan merayakan Natal dan Tahun Baru,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hary menegaskan bahwa KSOP Sintete telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk TNI dan Polri, untuk memastikan keamanan dan keselamatan pelayaran selama periode Nataru.
“Kami memastikan seluruh kapal telah menjalani pemeriksaan kelaiklautan secara rutin. Pengawasan keamanan juga kami tingkatkan dengan menyiagakan petugas selama masa Nataru,” tegasnya.
Selain aspek keamanan, KSOP Sintete juga mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dengan menjalin koordinasi intensif bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kami terus memantau perkembangan cuaca dan menyampaikan informasi prakiraan terbaru kepada nakhoda maupun penumpang agar pelayaran tetap aman,” tambah Hary.
KSOP Sintete turut mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan baik selama periode Nataru.
“Kami mengimbau calon penumpang untuk membeli tiket lebih awal, datang tepat waktu ke pelabuhan, serta mematuhi seluruh prosedur keselamatan dan ketentuan yang berlaku selama berada di kapal,” pungkasnya. [SK]