|

Streaming Radio Suara Landak

Desak Kejari Sambas, Warga Desa Tebuah Elok Tuntut Pengusutan Dugaan Penyimpangan Dana Desa

Warga Desa Tebuah Elok mendesak Kejaksaan Negeri Sambas menindaklanjuti temuan Inspektorat terkait dugaan penyimpangan dana desa.SUARALANDAK/SK
Sambas (Suara Landak) – Puluhan warga Desa Tebuah Elok, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menyampaikan tuntutan tegas kepada aparat penegak hukum terkait dugaan penyimpangan dana desa yang diduga melibatkan mantan kepala desa. Aksi tersebut dilakukan di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sambas, Selasa (9/12/2025).

Kedatangan warga ini sebagai bentuk desakan agar hasil temuan Inspektorat Kabupaten Sambas segera ditindaklanjuti secara transparan, profesional, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dalam pernyataan sikapnya, warga menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud menghakimi pihak tertentu, melainkan menuntut tanggung jawab negara dalam menindaklanjuti temuan resmi lembaga pengawas.

Korli, salah satu perwakilan warga, mengungkapkan kekecewaan atas penanganan sejumlah laporan dugaan penyimpangan dana desa yang dinilai belum memberikan efek jera. Ia menyebut, kasus serupa telah beberapa kali dilaporkan oleh masyarakat, namun belum berujung pada penegakan hukum yang tegas.

“Kasus ini sudah tiga kali dilaporkan. Dulu ada kasus mobil, kasus tahun 2019 juga sudah dikembalikan, tapi kami tidak melihat ada efek jera. Makanya kami datang ke Kejaksaan. Kami dengar hari ini sudah masuk tahap penyidikan, dan kami beri waktu lagi,” ujar Korli.

Senada dengan itu, perwakilan kelompok ibu-ibu Desa Tebuah Elok, Jasmin Aisah, menyatakan komitmen warga untuk terus mengawal proses hukum hingga tuntas. Ia menegaskan bahwa kaum perempuan desa siap berada di garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan dan transparansi pengelolaan dana desa.

“Kami ibu-ibu pantang mundur. Kalau tidak ada tanggapan dari Kejaksaan, kami akan melapor ke Presiden Prabowo dan Kejaksaan Agung,” tegasnya.

Warga juga mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti. Bahkan, masyarakat menyatakan siap melaksanakan ritual adat di depan Kantor Kejaksaan Negeri Sambas sebagai simbol perlawanan moral dan bentuk keprihatinan atas lambannya penanganan kasus tersebut.

Selain persoalan hukum, masyarakat Desa Tebuah Elok turut mengeluhkan kondisi infrastruktur desa yang dinilai memprihatinkan. Dua jembatan desa disebut berada dalam kondisi darurat dan mengancam keselamatan warga, sementara jalan desa rusak parah meskipun dana pembangunan dari pemerintah pusat telah dikucurkan.

Warga berharap Kejaksaan Negeri Sambas dapat bertindak tegas dan profesional, sehingga penegakan hukum atas dugaan penyimpangan dana desa tidak hanya memberikan keadilan, tetapi juga menjadi momentum perbaikan tata kelola pemerintahan desa demi kesejahteraan masyarakat ke depan.[SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini