|
Streaming Radio Suara Landak

Ribuan Tenaga Kesehatan di California Jalani Vaksinasi "Drive-Thru"

Para nakes menunggu di mobil untuk menjalani vaksinasi COVID-19 di San Diego, California (dok: AP/Gregory Bull)

Ngabang
(Suara Landak) - Biasa menjadi tempat parkir para penonton pertandingan olah raga seperti bisbol dan juga konser para bintang papan atas, kali ini lapangan parkir stadion olah raga, Petco Park, yang terletak di kota San Diego dibanjiri oleh ribuan tenaga kesehatan alias nakes.

Mereka hadir untuk menjalani program vaksinasi COVID-19 secara drive-thru (drive through) atau layanan tanpa turun, sebuah program yang diselenggarakan oleh otoritas negara bagian Califonia, yang dikenal sebagai salah satu pusat perebakan virus corona di Amerika Serikat. 

Tujuannya adalah melakukan vaksinasi terhadap 5.000 tenaga kesehatan per harinya. 

“Ini adalah vaksinasi drive-thru. Menurut jadwal ada sekitar 2.500 orang (yang menjalani vaksinasi). Tapi kami ingin menambahnya hingga 5.000 vaksinasi per hari. Mereka akan melayani orang-orang yang masuk ke dalam kategori fase 1-A, yang semuanya terdiri dari para nakes, mulai dari jam 7 pagi hingga 7 malam," ujar Denise Foster, kepala perawat untuk wilayah San Diego, kepada stasiun televisi lokal KFMB di San Diego, California.

Para nakes yang ingin menjalani vaksinasi tidak perlu turun dari mobil mereka, selagi disuntik vaksin COVID-19. Mereka lalu akan diminta untuk tinggal diam di tempat selama 15 menit, untuk diobservasi jika mengalami reaksi tertentu.

Jumlah orang yang datang untuk menjalani pun cukup banyak. Namun, vaksinasi dengan layanan tanpa turun ini berjalan dengan lancar.

"Sungguh luar biasa. Saya baru saja sampai di sini sekitar setengah jam lalu dan kegiatan ini berlangsung secara efisien, dengan perhitungan waktu yang tepat. Banyak nakes di sini dan tampaknya sangat lancar, tanpa banyak kemacetan," kata Foster.

Denise Foster menambahkan, mereka akan menerima pengiriman vaksin dalam jumlah besar, yang bisa memenuhi kebutuhan minggu ini.

“Kami akan mencoba bekerja sama dengan pemerintah negara bagian, untuk pengiriman ke daerah, demi memenuhi kebutuhan masyarakat," tambahnya.

California kembali mencatat sejarah kelam dengan angka kematian akibat COVID-19 yang mencapai lebih dari 30.000. Dibutuhkan waktu enam bulan bagi negara bagian itu untuk mencatat 10.000 kematian pertama, namun, tidak sampai satu bulan, berubah menjadi 20.000 hingga 30.000.

Akhir pekan lalu, California melaporkan rekor jumlah kematian yang mencapai 1.163 dalam dua hari. Jumlah orang yang dirawat di rumah sakit juga membeludak, dan banyak pusat kesehatan mencapai titik kritis.

Kini, sekitar 584 ribu dosis vaksin COVID-19 telah diberikan di California, atau sekitar 1,5 persen dari jumlah populasi. 


Sumber : VOA

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini