|

Remaja Pramuka Bantu Ratusan Siswa SMA Belajar Daring di AS

Sebuah foto menunjukkan detail close-up seragam Pramuka yang dikenakan oleh seorang pramuka saat konferensi pers di markas besar Pramuka Amerika di Irving, Texas, 4 Februari 2013, sebagai ilustrasi. (Foto: AP)
Suara Landak - Dilansir dari VOA, Manan Shah adalah seorang siswa SMA kelas 3 dan anggota Boy Scout dari New Jersey. Dia menyaksikan banyak siswa kesulitan mengikuti kelas-kelas online selama pandemi Covid-19 berlangsung, dan berusaha menciptakan sebuah sistem untuk membantu mereka. 

“Kami menyadari bahwa ada sesuatu yang kurang tanpa kehadiran seorang guru,” jelas. Shah.

“Kami menyimpulkan, inilah cara kami menyumbang kepada masyarakat dengan mengorganisir sejumlah relawan untuk membantu siswa-siswa lain," tambahnya.

Bersama seorang perintis lainnya, Linda Liu  (16 tahun), juga siswa kelas 3 SMA, mereka membentuk Limitless Minds Inc., sebuah layanan bimbingan nirlaba yang menawarkan bimbingan gratis. 

“Tim relawan SMA kami menawarkan bimbingan virtual pribadi untuk siswa dari taman kanak-kanak sampai kelas 8 dalam rangka mempermudah peralihan mereka ke pendidikan online,” begitulah pernyataan misi organisasi nirlaba ini. 

Shah sudah menjadi Boy Scout selama sepuluh tahun. Dia memimpin lebih dari 100 Pramuka dan berperan sebagai pemimpin patroli senior. Boy Scouts of America atau BSA menyediakan pelatihan pengembangan karakter dan kepemimpinan  kepada 2,2 juta remaja sampai usia 21 tahun. Mereka memiliki sekitar 800 ribu relawan di AS. 

“Saya sudah melakukan banyak pelayanan untuk masyarakat dan juga punya pengalaman memimpin. Saya pernah jadi relawan di unit pelestarian, dimana saya mendapat pengalaman kepemimpinan,” ujar Shah mengenai pengalamannya semasa di Boy Scouts. 

Shah juga berkinerja tinggi di kelas-kelas advanced placement dan honors, serta juara dalam kompetisi matematika nasional dan mendapat nilai hampir sempurna dalam SAT.   

Rekannya Linda Liu mengatakan, pengalamannya sebagai penari juga membantunya membentuk lembaga nirlaba ini. 

“Saya sudah menari lebih dari 10 tahun,” kata Linda Liu kepada VOA.

“Itu membina rasa tanggung jawab, dan banyak melibatkan kepemimpinan, serta kerja sama dalam tim," lanjutnya.

Memberi bimbingan gratis adalah misi yang diemban Limitless Minds. Para siswa diberi bimbingan setengah sampai dua jam per sesi. Untuk keselamatan dan keamanan, Limitless Minds mensyaratkan para siswa didampingi orang tuanya selama sesi bimbingan berlangsung. 

Para pembimbing ini tidak dibayar, tetapi mereka mendapat kredit jam relawan untuk berbagai kelompok. 

Tetapi, mengorganisir usaha ini tidak mudah. "Mengusahakan komunikasi dengan semua pihak sulit. Butuh waktu yang banyak, tetapi pada akhirnya, ini sesuatu yang berguna," tambah Shah.

Shah dan Liu didukung oleh keluarga, guru, pejabat sekolah dan seluruh masyarakat. 

“Kami menerima umpan balik positif dari kepala sekolah, orang tua, dan kami juga menyediakan formulir penilaian dimana para orang tua dapat memberi umpan balik setelah sesi berakhir,” ujar Shah. 

Menurut Linda Liu, mereka ingin membantu sebanyak mungkin orang dan membuka cabang-cabang, lebih banyak pembimbing, serta memperluas kegiatan Limitless Minds. 

Meskipun Shan dan Liu akan diwisuda musim semi mendatang, dan merencanakan masuk universitas pada musim gugur 2021, eksistensi Limitless Minds akan terus berlangsung. (VOA)
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini