Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan terakhir, tepatnya pada periode 2–6 November 2026, dipengaruhi oleh sepuluh saham dengan kontribusi terbesar. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati posisi teratas sebagai penggerak utama IHSG.
BBCA menyumbang 20,48 poin terhadap IHSG dengan kenaikan harga saham mencapai 4,42%. Kapitalisasi pasar saham publik atau free float dari BBCA tercatat sebesar Rp 168,5 triliun.
Mengikuti di belakang BBCA adalah saham PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) dan PT Astra International Tbk (ASII). MKNT memberikan kontribusi 12,4 poin terhadap IHSG, didorong oleh kenaikan harga saham yang impresif sebesar 190,9% dengan kapitalisasi pasar free float Rp 6,58 triliun. Sementara itu, ASII menyumbang 9,99 poin, dengan kenaikan harga 4,17% dan kapitalisasi pasar free float Rp 86,94 triliun.
Saham lain yang turut memberikan pengaruh signifikan antara lain PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). SMMA berkontribusi 8,21 poin dengan kenaikan harga 4,63% dan kapitalisasi pasar free float Rp 64,6 triliun. CASA menambahkan 6,36 poin berkat kenaikan harga 6,35% serta kapitalisasi pasar free float Rp 37,07 triliun. INDF mencatat kontribusi 5,81 poin dengan kenaikan harga 7,42% dan kapitalisasi pasar free float Rp 29,27 triliun.
Selanjutnya, saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) juga masuk dalam jajaran saham berpengaruh. ICBP berkontribusi 5,54 poin dengan kenaikan harga 15,53% dan kapitalisasi pasar free float Rp 14,34 triliun. MDKA menyumbang 5,45 poin dengan kenaikan 8,89% dan kapitalisasi pasar free float Rp 23,21 triliun.
Untuk BBNI, saham ini memberikan kontribusi 3,27 poin dengan kenaikan harga 2,41% dan kapitalisasi pasar free float Rp 48,43 triliun. Posisi terakhir dalam sepuluh besar ditempati PGAS dengan kontribusi 3,27 poin, kenaikan harga 8,33%, dan kapitalisasi pasar free float Rp 14,77 triliun.
Saham Top Gainers Pekan Ini
Selain saham yang berpengaruh terhadap IHSG, beberapa saham juga mencetak keuntungan besar dan masuk dalam daftar top gainers atau top cuan selama periode 2–6 November 2026. Kenaikan harga saham-saham ini bervariasi, bahkan ada yang melonjak hingga 190% dalam sepekan.
PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) memimpin daftar top gainers dengan lonjakan harga 190,9%, dari Rp 11 menjadi Rp 32. Saham PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) menyusul dengan kenaikan 125,9% menjadi Rp 1.175. PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) melonjak 56,9% ke level Rp 292, dan PT Yupi Indo Gelly Gum Tbk (YUPI) meningkat 51,2% menjadi Rp 1.255.
Saham lain yang menunjukkan performa positif adalah PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) yang terdongkrak 21,05% menjadi Rp 184. PT Kino Indonesia Tbk (KINO) terangkat 20,77% ke Rp 1.570, dan PT Formosa Ingredients Factory Tbk (BOBA) menguat 19,23% menjadi Rp 186.
Performa positif juga ditorehkan oleh PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) dengan kenaikan 17,65% menjadi Rp 600, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) meningkat 17,55% ke Rp 2.110, dan PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX) terkerek 17,16% ke Rp 396.
Pergerakan IHSG dan Kapitalisasi Pasar
Sementara itu, IHSG secara keseluruhan mengalami pelemahan tipis sebesar 0,13% dalam sepekan dan ditutup pada level 5.050,4. Posisi ini sedikit menurun dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di angka 5.057.
Akibat pergerakan tersebut, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan sebesar Rp 118 triliun selama periode 2–6 November 2026. Nilai kapitalisasi pasar BEI turun 1,34% menjadi Rp 8.744 triliun, dibandingkan dengan Rp 8.862 triliun pada pekan sebelumnya.
Komentar