IHSG Berpotensi Menguat ke 5.200, Perhatikan 6 Saham Unggulan Ini

Analisis teknikal menunjukkan IHSG berpeluang menguat ke level 5.100-5.200 pekan depan. Simak rekomendasi saham BBCA hingga BMRI.

IHSG Berpotensi Menguat ke 5.200, Perhatikan 6 Saham Unggulan Ini
Investor memantau pergerakan saham melalui smartphone. (Investor Daily/David Gita Roza)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatan dan berpotensi menguji kisaran 5.100 hingga 5.200 pada pekan mendatang. Untuk perdagangan Senin (9/11/2026), investor disarankan untuk mencermati enam saham potensial, mulai dari BBCA hingga BMRI.

Prediksi penguatan IHSG ini didukung oleh sinyal positif dari sejumlah indikator teknikal. Pada penutupan perdagangan Jumat (6/11/2026), IHSG berhasil ditutup menguat 0,4% ke level 5.050,4.

Phintraco Sekuritas memperkirakan peluang kenaikan IHSG masih terbuka lebar, seiring dengan munculnya indikasi pembalikan arah pada beberapa indikator teknikal. “Meski demikian, pergerakan IHSG tetap dibayangi sentimen negatif dari bursa global dan pelemahan nilai tukar rupiah,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasannya.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mengamati adanya penyempitan histogram pada indikator MACD (moving average convergence divergence), yang mengukur momentum dan arah tren pergerakan harga. Penyempitan ini membuka peluang terbentuknya ‘golden cross’, sebuah persilangan indikator yang dapat mengisyaratkan penguatan momentum pasar.

Sementara itu, indikator stochastic RSI (relative strength index), yang mengukur momentum berdasarkan posisi RSI dalam rentang pergerakannya, menunjukkan sinyal pembalikan arah (‘reversal’) di area ‘pivot’. Berdasarkan kombinasi indikator tersebut, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguji level 5.100-5.200 pada pekan depan.

Pada perdagangan Jumat (6/11/2026), IHSG sempat dibuka melemah akibat koreksi signifikan indeks saham Wall Street dan bursa Asia yang dipicu tekanan pada saham sektor teknologi. Aksi ambil untung (‘profit taking’) juga diduga turut memicu koreksi IHSG di awal sesi, menyusul penguatan signifikan pada perdagangan sebelumnya.

Di pasar komoditas, harga minyak kembali terkoreksi di bawah US$ 100 per barel. Penurunan ini dipengaruhi oleh harapan penyelesaian konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang lebih cepat pasca kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela (‘midterm election’). Iran dilaporkan tengah meninjau proposal mediator terkait program nuklir, namun tetap menuntut pencabutan blokade Angkatan Laut AS, pelonggaran sanksi, dan pembebasan aset yang dibekukan.

Dari dalam negeri, cadangan devisa Indonesia tercatat meningkat tipis menjadi US$ 146,8 miliar pada Oktober 2026, naik dari US$ 146,3 miliar pada periode sebelumnya. Indeks harga rumah tumbuh 0,58% secara tahunan pada kuartal III-2026, melambat dari 0,69% pada kuartal II-2026. Pemerintah juga menyiapkan anggaran Rp 1,28 triliun untuk Program ‘Satu Orang Satu Rekening’ sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi menjelang akhir 2026.

Di pasar valuta asing, rupiah ditutup melemah tipis 0,03% ke posisi Rp 18.080 per dolar AS. Pergerakan rupiah menjadi salah satu faktor domestik yang mewarnai sentimen pasar menjelang perdagangan pekan depan.

Rekomendasi Saham Pilihan

Sementara itu, KB Valbury Sekuritas menyarankan investor untuk fokus pada enam saham potensial untuk memaksimalkan keuntungan pada Senin (9/11/2026). Berikut adalah taktik trading yang direkomendasikan:

  1. BBCA
    Trading buy.
    Target harga: 5.300.
    Investor dapat masuk di kisaran 5.050-5.200.
    Level resistance 5.300, support 5.050.
    Waspada jika menembus 5.050.
    Stop loss 4.800.
  2. TLKM
    Buy on weakness.
    Target harga: 2.010.
    Investor dapat masuk di kisaran 1.935-1.980.
    Level resistance 2.010, support 1.935.
    Waspada jika menembus 1.935.
    Stop loss 1.855.
  3. INDF
    Trading buy.
    Target harga: 7.000.
    Investor dapat masuk di kisaran 6.700-6.875.
    Level resistance 7.000, support 6.700.
    Waspada jika menembus 6.700.
    Stop loss 6.400.
  4. ICBP
    Trading buy.
    Target harga: 6.500.
    Investor dapat masuk di kisaran 6.000-6.325.
    Level resistance 6.500, support 6.000.
    Waspada jika menembus 6.000.
    Stop loss 5.500.
  5. UNVR
    Trading buy.
    Target harga: 1.550.
    Investor dapat masuk di kisaran 1.455-1.515.
    Level resistance 1.550, support 1.455.
    Waspada jika menembus 1.455.
    Stop loss 1.360.
  6. BMRI
    Trading buy.
    Target harga: 3.740.
    Investor dapat masuk di kisaran 3.610-3.700.
    Level resistance 3.740, support 3.610.
    Waspada jika menembus 3.610.
    Stop loss 3.480.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *