Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (6/11/2026) dengan kenaikan tipis sebesar 20,17 poin atau 0,4%, mencapai level 5.050,4. Penguatan ini terjadi di tengah pergerakan bursa Asia yang cenderung melemah dan koreksi di Wall Street.
Beberapa saham unggulan yang masuk dalam indeks LQ45 menunjukkan performa positif. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menjadi salah satu yang terkuat dengan lonjakan 4,58% ke harga Rp 1.370. Selain itu, empat saham berhasil mencapai batas Auto Rejection Atas (ARA), yaitu saham AIMS yang melesat 25% ke Rp 1.175, saham POLU melonjak 19,93% menjadi Rp 8.875, saham PLAN naik 9,76% ke Rp 45, dan saham LMAX menguat 9,68% ke Rp 68.
Saham-saham lain yang juga masuk dalam jajaran top gainers tercatat mengalami lonjakan harga antara 12% hingga 25%, termasuk saham AIMS dan DUTI. Secara keseluruhan, dari 923 saham yang diperdagangkan, 231 saham menguat, 440 saham melemah, dan 292 saham stagnan. Total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 10,27 triliun.
Dua sektor saham tercatat menguat pada penutupan pasar hari ini. Sektor keuangan memimpin dengan penguatan 1,52%, diikuti oleh sektor barang konsumen primer sebesar 0,83%. Sementara itu, sektor teknologi mengalami pelemahan terdalam sebesar 3,16%, diikuti sektor barang baku (2,46%), infrastruktur (1,17%), energi (1,02%), transportasi (0,94%), perindustrian (0,69%), barang konsumen non-primer (0,44%), properti (0,42%), dan kesehatan (0,34%).
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas mencermati bahwa pelemahan bursa regional Asia sejalan dengan koreksi yang terjadi di Wall Street. Aksi jual saham teknologi semakin intensif, dipicu oleh kekhawatiran terhadap potensi pengetatan regulasi industri AI dan perlambatan ekspansi pusat data pasca kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat. Beberapa anggota DPR AS dari Partai Demokrat bahkan mendorong penghentian sementara pengembangan AI sebagai prioritas utama.
Selain sentimen teknologi, pelaku pasar juga terus mencermati perkembangan ketegangan di Timur Tengah yang turut memicu kenaikan harga minyak mentah. Di pasar domestik, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal global turut menekan pasar, terutama dengan masih tingginya harga minyak dunia, arus keluar modal asing yang berkelanjutan, serta volatilitas nilai tukar rupiah. Meskipun demikian, sejumlah indikator ekonomi domestik memberikan sinyal positif bagi pasar.
Bank Indonesia melaporkan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2026 mencapai US$ 146,8 miliar, menunjukkan stabilitas dibandingkan posisi akhir September 2026 yang sebesar US$ 146,3 miliar.
Pada hari yang sama, saat IHSG menguat, terdapat lima saham yang memberikan keuntungan signifikan dengan kenaikan harga antara 12% hingga 25% dalam sehari. Saham-saham tersebut meliputi PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) yang naik 25% menjadi Rp 1.175, PT Golden Flower Tbk (POLU) yang melonjak 19,93% menjadi Rp 8.875, dan PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) yang menguat 16,32% ke Rp 442. Selain itu, saham PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX) meningkat 15,79% menjadi Rp 396, serta PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) yang terangkat 12,59% ke Rp 4.740.
Di sisi lain, beberapa saham mengalami pelemahan signifikan. PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI) longsor 9,09% menjadi Rp 10, PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) jatuh 8,93% ke Rp 51, dan PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) ambles 7,46% ke Rp 620. Saham PT Quantum Clovera Investama Tbk (KREN) terkikis 7,14% menjadi Rp 13, dan PT PP Property Tbk (PPRO) juga turun 7,14% ke harga Rp 13.
Komentar