Pontianak (Suara Landak) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat meresmikan Gedung Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan Gedung Unit Layanan Stroke di RSUD dr. Soedarso, Rabu (28/1/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Kalbar Ria Norsan didampingi Ketua TP PKK Kalbar Erlina, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat meresmikan Gedung Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan Gedung Unit Layanan Stroke di RSUD dr. Soedarso, Rabu (28/1/2026). SUARALANDAK/SK
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Gubernur Kalbar bersama Ketua TP PKK Kalbar dan Direktur RSUD dr. Soedarso, Harry Agung Tjahyadi. Hadirnya dua fasilitas baru tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya Pemprov Kalbar memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang bermutu, berkeadilan, serta berorientasi pada keselamatan pasien.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa pembangunan Gedung KRIS merupakan respons atas tingginya kebutuhan layanan rawat inap di RSUD dr. Soedarso yang selama ini kerap mengalami lonjakan pasien.
“Selama ini antrean pasien cukup panjang, bahkan tidak jarang kapasitas kamar penuh. Karena itu, penambahan fasilitas ini menjadi kebutuhan yang mendesak,” ujar Ria Norsan.
Gedung KRIS yang baru diresmikan menambah kapasitas sebanyak 123 tempat tidur. Dengan tambahan tersebut, diharapkan kepadatan pasien rawat inap dapat berkurang dan pelayanan medis dapat berlangsung lebih cepat serta efektif.
Sementara itu, peresmian Gedung Unit Layanan Stroke dinilai sangat strategis mengingat tingginya angka penyakit tidak menular di Kalimantan Barat. Sepanjang tahun 2024, RSUD dr. Soedarso tercatat menangani lebih dari 1.600 pasien stroke.
Ria Norsan menyebut stroke, bersama penyakit jantung, diabetes, dan kanker, sebagai kelompok penyakit dengan risiko kematian tinggi yang memerlukan penanganan cepat, tepat, dan terintegrasi. Oleh karena itu, kehadiran unit layanan khusus ini diharapkan mampu meningkatkan peluang kesembuhan dan menekan angka kematian pasien.
Selain pembangunan infrastruktur, Gubernur juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan oleh tenaga medis. Menurutnya, sikap ramah dan humanis merupakan bagian penting dalam proses penyembuhan pasien.
“Kalau kita melayani masyarakat dengan S.M.A.R.T dan senyuman, itu sudah 50 persen dari obat. Keramahan memberi ketenangan bagi pasien dalam menjalani proses pemulihan,” katanya.
Ia berharap peningkatan fasilitas kesehatan ini diiringi dengan penguatan kompetensi teknis serta etika pelayanan, sehingga masyarakat merasa aman, nyaman, dan memperoleh layanan kesehatan secara optimal.
Menutup sambutannya, Ria Norsan menegaskan komitmen Pemprov Kalbar untuk terus melakukan pembenahan infrastruktur kesehatan di RSUD dr. Soedarso. Renovasi gedung-gedung lama akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran daerah.
“Gedung-gedung lama akan direnovasi secara bertahap agar seluruh fasilitas dapat berfungsi maksimal dalam melayani masyarakat Kalimantan Barat,” pungkasnya.
Peresmian tersebut turut dihadiri jajaran direksi RSUD dr. Soedarso, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalbar, serta perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Barat. [SK]