 |
| Pemkab Sambas memastikan ketersediaan LPG subsidi 3 kg tetap aman setelah adanya penambahan 42 ribu tabung melalui skema extra dropping dari Pertamina. SUARALANDAK/SK |
Sambas (Suara Landak) – Pemerintah Kabupaten Sambas menjamin ketersediaan LPG subsidi 3 kilogram tetap terkendali setelah adanya tambahan pasokan sebanyak 42 ribu tabung selama Januari 2026. Tambahan tersebut merupakan distribusi khusus dari Pertamina melalui skema extra dropping guna menekan antrean dan memastikan kebutuhan LPG masyarakat, khususnya rumah tangga kurang mampu, terpenuhi secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Sambas.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sambas, Samekto Hadi Suseno, mengatakan penambahan pasokan dilakukan sebagai langkah pengamanan stok LPG subsidi sekaligus merespons tingginya permintaan di sejumlah pangkalan.
“Penambahan kuota ini kami lakukan untuk menjaga ketersediaan LPG di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat,” ujar Samekto, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, pada periode 27 hingga 31 Januari 2026, penyaluran LPG 3 kilogram melalui mekanisme extra dropping mencapai 15.120 tabung. Jumlah tersebut menambah kuota awal sebanyak 26.880 tabung, sehingga total tambahan LPG subsidi yang masuk ke Kabupaten Sambas selama Januari 2026 mencapai 42.000 tabung.
Menurut Samekto, Diskumindag Sambas telah menginstruksikan seluruh agen LPG agar memprioritaskan penyaluran tambahan kuota ke pangkalan-pangkalan yang masih mengalami antrean tinggi. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar distribusi sekaligus mencegah terjadinya kelangkaan di tingkat masyarakat.
“Distribusi harus merata dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang memang berhak menerima LPG subsidi,” tegasnya.
Selain itu, Diskumindag juga mengingatkan seluruh pangkalan agar tidak melayani pembelian LPG 3 kilogram oleh pengecer sebelum kebutuhan masyarakat kurang mampu dan penerima subsidi di sekitar pangkalan terpenuhi.
“LPG subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak. Kami minta pangkalan disiplin mengikuti ketentuan agar tidak terjadi penyalahgunaan distribusi,” lanjut Samekto.
Untuk memastikan penyaluran LPG subsidi berjalan sesuai aturan, Diskumindag Kabupaten Sambas terus melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin, baik di tingkat agen maupun pangkalan. Pengawasan lapangan dilakukan guna memastikan LPG 3 kilogram benar-benar sampai kepada masyarakat sasaran.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan distribusi LPG subsidi tepat sasaran dan stok tetap aman,” pungkasnya. [SK]