|
Streaming Radio Suara Landak

Karateka Buta di Maroko Dobrak Norma

Seorang penyandang tunanetra di Maroko menjuarai sejumlah kompetisi olahraga bela diri karate dan berambisi ikut Paralimpiade. (Foto: ilustrasi).

Suara Landak
- Dilansir dari VOA, Nouria Yaaqoubi adalah karateka yang tidak biasanya di Maroko. Bagaimana tidak? Perempuan berusia 54 tahun itu kehilangan penglihatan sepenuhnya di mata kirinya dan 70 persen di mata kanannya akibat operasi yang gagal pada usia sembilan tahun. 

Yaaqoubi, yang berasal dari kota konservatif Figuig di Maroko Timur, mendalami karate sejak usia dini karena itu adalah satu-satunya olahraga yang banyak diajarkan di kota kecilnya. 

Yaaqoubi mengatakan, ia memilih untuk melakukan olahraga yang sudah berabad-abad lebih digemari pria ini karena membutuhkan tantangan. Ia mengaku ingin menjadi lebih kuat secara fisik dan mental, terutama setelah ia kehilangan penglihatan. 

“Sewaktu bertarung, mata bisa menunjukkan bagaimana ritme dan gerakan lawan. Tapi bagi saya, indra yang lain yang memungkinkan saya mengenali lawan.” 

Selama bertahun-tahun ia berpartisipasi dalam beberapa kompetisi lokal dan meraih sabuk hitam pada tahun 1989. Mimpi Yaaqoubi adalah untuk berpartisipasi dalam kompetisi-kompetisi internasional dan Paralimpiade. 

Karateka, yang memegang gelar master di bidang ekonomi, ini juga gemar melukis. Beberapa lukisan besar dipajang di rumahnya, bersama dengan sejumlah medali dan trofi yang dimenangkannya dalam kejuaraan karate. 

"Bagi saya, trofi-trofi ini sangat berarti. Saya memenangkan trofi-trofi ini setelah karier yang panjang, dengan tekad dan kekuatan. Saya selalu saya mengatakan, dengan kesabaran, tekad, dan kemauan, pasti ada harapan," jelasnya. 

Saat ini, Yaaqoubi mengajarkan karate pada anak-anak dan remaja di kota Settat, Maroko. Bagi anak-anak muda yang dilatihnya, Yaaqoubi adalah simbol tekad dan kekuatan.

Sumber : VOA

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini