|

Sejumlah Senator AS Dorong Perjanjian Perdagangan dengan Taiwan

Bendera Taiwan dan AS saat pertemuan antara Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR AS Ed Royce dengan Su Chia-chyuan, Presiden Legislatif Yuan di Taipei, Taiwan, 27 Maret 2018. (Foto: REUTERS/Tyrone Siu)
Suara Landak - Dilansir dari VOA, lima puluh senator dari faksi Republik dan Demokrat minggu ini menandatangani surat yang mendorong Wakil Urusan Perdagangan Amerika Robert Lighthizer untuk memulai proses  perundingan demi terwujudnya perjanjian perdagangan yang komprehensif dengan Taiwan.

“Demi kemajuan inisiatif kita bagi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, kami yakin bahwa inilah saatnya menjalin perjanjian perdagangan dengan negara-negara yang berpandangan sama di kawasan ini," kata para senator itu dalam surat  yang dikirim 1 Oktober lalu.

Seiring meningkatnya ketegangan diantara Amerika dan China karena isu virus corona, perdagangan, hak asasi manusia dan spionase China, banyak anggota Kongres yang mengupayakan peningkatan hubungan dengan Taiwan.

Sebagai satu dari 11 mitra dagang terbesar Amerika, Taiwan pada tahun 2018 berkontribusi $ 76 miliar (Rp 1.125 triliun) dalam bentuk barang dan $ 18,5 miliar dalam bentuk jasa pada perdagangan Amerika.  Hal ini mendukung sekitar 208 ribu lapangan pekerjaan di Amerika, demikian tulis para senator dalam surat itu.

Mereka juga menekankan bahwa untuk mencapai kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, Amerika perlu menanggapi “penggunaan praktik-praktik perdagangan Chinayang tidak adil dan kebijakan lain untuk memajukan dominasi ekonominya di kawasan itu.”

“Sebuah perjanjian dengan Taiwan akan membantu kami mencapai tujuan ini, yaitu dengan membangun jaringan dengan negara-negara yang berpandangan serupa, bagi kompetisi yang adil dan pasar yang terbuka dari manipulasi pemerintah dan akan menjadi isyarat bagi negara-negara lain bahwa Taiwan merupakan mitra yang layak dan terbuka bagi bisnis.”

Duta Besar Amerika Untuk PBB Kelly Craft awal pekan ini juga menunjukkan dukungannya bagi hubungan Amerika-Taiwan yang lebih erat.

Sumber : VOA
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini