|

Perusahaan Pangan Multinasional di AS Capai Kesepakatan Pengaturan Harga Ayam

Pilgrim's Pride akan membayar denda sebesar $110,5 juta karena menjegal persaingan dalam tiga kontrak terpisah dengan pelanggan AS. (Foto: ilustrasi).

Suara Landak
- Dilansir dari VOA, Pilgrim's Pride Corp. perusahaan makanan multinasional besar di AS telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah AS terkait tuduhan pengaturan harga pada industri ayam. Berdasarkan perjanjian tersebut, Pilgrim's Pride akan membayar denda sebesar $110,5 juta karena menjegal persaingan dalam tiga kontrak terpisah dengan pelanggan A.S. 

Sebaliknya, Departemen Kehakiman AS tidak akan mengajukan tuntutan lebih jauh terhadap Pilgrim's Pride atau merekomendasikan pengawasan atau masa percobaan apa pun. 

Perjanjian tersebut masih harus disetujui oleh Pengadilan Distrik AS di Colorado. Menurut jadwal gugatan pengadilan, Pilgrim's Pride hari Kamis dijadwalkan menghadapi dakwaan di pengadilan federal karena mengatur harga ayam. 

“Pilgrim berkomitmen pada persaingan yang adil dan jujur sesuai dengan undang-undang antimonopoli AS,” ujar CEO Pilgrim, Fabio Sandri dalam sebuah pernyataan. 

Departemen Kehakiman mengonfirmasi kesepakatan dari tawar menawar itu, tetapi mengatakan tidak akan berkomentar sampai kesepakatan tersebut diajukan ke pengadilan. 

Perjanjian tersebut tampaknya tidak mempengaruhi kasus yang sedang berlangsung terhadap mantan eksekutif Pilgrim's Pride. 

Pada bulan Juni, pemerintah menuntut dua eksekutif, Presiden dan CEO Pilgrim's Price, Jayson Penn dan mantan Wakil Presiden Roger Austin atas tuduhan bersekongkol mengatur harga dan mengacaukan lelang untuk ayam broiler sekurangnya dari 2012 hingga 2017. 

Keduanya mengaku tidak bersalah. Penn keluar dari Pilgrim's Pride bulan lalu.  Tuduhan itu termasuk yang pertama dalam penyelidikan pemerintahan yang sudah berjalan lama, terkait pengaturan harga pada industri unggas. 

Pekan lalu, dewan juri federal di Colorado mendakwa enam karyawan lagi dari pemasok ayam atas tuduhan mengatur harga. Sepuluh orang sudah dituntut. 

Salah satu pesaing Pilgrim’s Pride, Springdale, Tyson Foods Inc. yang berbasis di Arkansas, bulan Juni mengatakan pihaknya bekerja sama dengan penyelidikan Departemen Kehakiman. Tyson mengatakan menerima perintah paksa dewan juri pengadilan pada April 2019 dan berbagi dokumen dengan pemerintah. 

Pilgrim’s Pride yang berbasis di Greeley, Colorado adalah divisi dari JBS USA, anak perusahaan raksasa produsen daging Brasil JBS SA di AS. Pilgrim's Pride memiliki lebih dari 54.000 karyawan dan 36 fasilitas produksi di AS dan luar negeri. Perusahaan itu mengatakan memproses satu dari setiap lima ayam atau sekitar 20 persen seluruh persediaan ayam di A.S. 

Hampir 40 gugatan hukum telah diajukan oleh pedagang grosir, restoran dan lainnya terkait tuduhan pengaturan harga pada industri ayam. Satu gugatan, diajukan oleh Maplevale Farms yang berbasis di New York, mengatakan produsen ayam besar berbagi informasi melalui perusahaan data pihak ketiga dan pada beberapa kesempatan membatasi pasokan dengan memusnahkan ayam. 


Sumber : VOA

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini