|

Lokmin di Meranti, Komisi C DPRD Landak Fokus Pembahasan Stunting

Suasana Lokakarya Mini Lintas Sektoral Puskesmas Meranti.
Ngabang (Suara Landak) - Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak menghadiri lokakarya mini kesehatan lintas sektor bidang kesehatan Kecamatan Meranti yang digelar di Puskesmas Meranti. Selasa (18/8/2020).

Lokakarya ini digelar pukul 09.00 WIB tersebut dibuka oleh Camat Meranti, yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Landak Subanri, dihadiri Anggota Komisi C DPRD Landak dapil 4, Junis dan Sabirin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Mardimo, Dinas PUPR PERA Landak, Kapolsek Meranti, Danramil Meranti, Kepala Puskesmas Meranti, dan beberapa Kepala Desa diwilayah Kecamatan Meranti.

Saat membuka kegiatan ini Camat Meranti Ericanes Panjuga mengatakan bahwa pihaknya siap melaksanakan program tersebut, karena dirinya yakin dengan bekerjasama lintas sektor maka kasus stunting ini akan menurun.

“Kita harap Puskesmas sebagai ujung tombak masalah ini juga harus lebih proaktif untuk melakukan sosialisasi di masyarakat. Karna jika masalah stunting ini dibiarkan maka Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di wilayah Kabupaten Landak khususnya Kecamatan Meranti ini akan tertinggal dari wilayah lainnya,” terang Ericanes.

Kepala Dinas Kesehatan Subanri dalam arahannya mengajak seluruh elemen masyarakat Meranti supaya ikut serta bersama-sama mendukung program-program yang dilaksanakan Puskesmas berkaitan dengan stunting.

“Lokmin ini fokusnya membahas Stunting karna dalam wilayah Meranti ini prevalensinya paling tinggi di Kabupaten Landak, kita dari Dinas Kesehatan bersama lintas sektor akan bekerjasama membahas hal ini dengan tujuan mengurangi kasus ini. Selain itu sesuai kebijakan dari Presiden Jokowi, kita diminta ikut bagian untuk menurunkan prevalensi stunting secepatnya karena Kalimantan Barat termasuk 8 provinsi yang masuk dalam prioritas Nasional dengan kasus stunting yang cukup tinggi,” terang Subanri.

Komisi C DPRD Landak, Margareta dan juga sebagai mahasiswa tingkat akhir yang mengadakan penelitian tentang masalah kesehatan/stunting di kabupaten Landak, selalu siap hadir di kegiatan lokmin/acara tentang masalah ini, mengingat kasus stunting ini akan menjadi masalah tersendiri dalam menciptakan generasi maju di Kabupaten Landak.

“Meski ini kasus yang harus ditangani lintas sektor, namun kita di Komisi C juga menaruh perhatian khusus dalam hal ini. Mengingat jika stunting ini tidak tertangani maka ini dapat dikatakan sebuah kegagalan kita bersama dalam menciptakan generasi maju. Stunting terjadi dari 1000 hari pertama kehidupan janin sampai berusia 2 tahun. Ibu yang mengalami kurang asupan gizi dan vitamin saat mengandung, jika melahirkan bayi perempuan, setelah dewasa dan menjadi ibu muda, maka akan berpotensi melahirkan bayi stunting. Jadi efek dari asupan gizi ibu bukan langsung pada anaknya, tapi nanti pada keturunan ke-2 atau kepada cucunya," tuturnya.

Lokmin kali ini, 18 Agustus 2020, berdasarkan musyawarah dihasilkan beberapa kesepakatan bersama, yaitu;
1. Kepala Puskesmas Meranti menginformasikan kepada Kepala Desa terkait kasus stunting untuk ditindak lanjuti bersama.
2. Kepala Desa mengaktifkan kader Posyandu, kader Posbindu, kader gizi dan kader kesehatan lingkungan yang sudah ada untuk penanggulangan masalah gizi, lingkungan dan PHBS.
3. Mapping lokasi untuk sarana air bersih dan sanitasi oleh kepala desa.
4. Pengganggaran untuk bidang kesehatan terkait stunting oleh desa untuk anggaran tahun 2021 sesuai dengan kewenangan dan regulasi yang berlaku.
5. Kepala Desa menghimbau warga agar datang untuk mengikuti pelayanan Posyandu dan Posbindu dari Puskesmas Meranti Melalui Kepala Dusun.
6. Dinas pendidikan siap membuat regulasi untuk Mengaktifkan kembali UKS di sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Meranti.
7. Dinas PU siap mendukung untuk kegiatan air bersih dan sanitasi anggaran tahun 2021.
8. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa siap mengawal dan mengawasi penggalokasian dana desa.
9. Tim PKMD Bethesda Serukam siap mendampingi penanggulangan Stunting melalui program PKM (Pengembangan Kesehatan Masyarakat) di Desa Tahu Kecamatan Meranti.
10. Polsek Meranti siap mengawal keamanan dan ketertiban dalam kegiatan penanganan Stunting di Kecamatan Meranti.
11. Lintas sektor terkait siap berperan aktif dalam menyukseskan reakreditasi Puskesmas Meranti demi peningkatan mutu dan pelayanan kesehatan di Kecamatan Meranti. (Rilis/Fik)

Disiarkan di Radi Suara Landak 98 FM
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini