|

Dinkes Bersama Komisi C DPRD Landak Bahas Stunting dan Penyakit TB

DPRD Landak menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Landak.

Ngabang (Suara Landak) - DPRD Landak menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Landak dengan agenda pembahasan realisasi semester pertama dan prognosis 6 bulan berikutnya APBD Tahun 2020, laporan penanganan kesehatan covid-19, serta Laporan prevalensi penyakit dan penanganan Stunting dan TB di Kabupaten Landak, Rabu (29/7/2020).

Rapat dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Landak, Lamri, didampingi Ketua Komisi C Nikodemus dan dipandu oleh wakil ketua Komisi C Yohanes Desianto, serta Anggota komisi C. Hadir juga Kepala Dinas Kesehatan beserta seluruh Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Landak.

Lamri mengatakan bahwa pihaknya mendukung Dinas Landak yang terus berusaha dalam memberantas Stunting (Gizi Buruk) dan penyakit TBC.

“Kita sangat mendukung kepada Dinas Kesehatan serta seluruh puskesmas yang selalu siap menangani kasus ini. Bahkan kita juga mengapresiasi segala inovasi yang sudah dibuat selama ini baik untuk kasus Stunting, TBC maupun kasus lainnya,” sahut Lamri.

Lebih lanjut Ketua Komisi C Nikodemus mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Landak yang dinilai mampu dalam menangani kasus virus corona karena wabah ini masih tergolong mendekati penyakit menular yakni TBC.

"Penyakit TBC ini hampir mirip dengan virus corona hanya saja gejala dan penanganannya mungkin sedikit berbeda tetapi secara umum sama-sama menular. Sedangkan untuk penanganan COVID-19 ditempat kita (Kabupaten Landak) kita juga patut bersyukur karena dari semua kasus yang ada dinyatakan sembuh semua, hal ini dapat kita simpulkan bahwa penanganan kasus corona ini terbilang baik dan bahkan baik sekali," ujar Nikodemus.

Kepala Dinas Kesehatan Landak, Subanri menyampaikan terkait penyerapan realisasi anggaran saat ini baru 24 persen, karena tidak mungkin melaksanakan kegiatan diklat dimasa ini. Ia juga mengatakan bahwa belanja fisik sudah dilaksanakan dalam jumlah besar.

“Serapan anggaran kita saat ini sebesar 24 persen, tetapi kia juga sudah belanja fisik dengan skala besar yang kemungkinan jika sudah terlaksana diperkiraan 80 persen,” tuturnya.

"Nah, terkait dengan penyakit TBC, secara global Indonesia berada posisi ke 3 di Dunia, tetapi di Kabupaten Landak kasus ini sembuhnya juga lebih cepat, sedangkan terkait stunting (gizi buruk) Kabupaten Landak sesuai indeks kesehatan masyarakat 2019 dilaporkan bahwa kita berada pada posisi pertama se-Kalbar, terbesar kasusnya di wilayah kerja Puskesmas Meranti. Oleh sebab itu kita terus melakukan inovasi-inovasi untuk menurunkan prevalensi ini," lanjutnya.

Subanri menambahkan bahwa saat ini Kabupaten Landak sudah berada pada posisi Zona Hijau bahkan menanggapi surat dari Gubernur Kalbar, pihaknya sudah melaksanakan test swab pada 2 sekolah.

"Untuk COVID-19 Kabupaten Landak sudah berada wilayah hijau atau nol kasus, karena sudah tidak ada kasus baru maka untuk selanjutnya kita akan memasuki masa tatanan baru (New Normal). Sedangkan untuk menindaklanjuti surat dari Gubernur terkait 1 Agustus 2020 pelaksanaan sekolah secara tatap muka maka kita sudah turunkan tim ke lapangan yakni ke SMAN 1 Ngabang dan SMPN 1 Ngabang untuk melakukan test swab bagi siswa kelas 3,  para guru dan tenaga administrasi. Sedangkan sampel swabnya sudah kita kirim ke Jakarta dan tinggal menungu hasil,” tukasnya. (MC/Fik)

Disiarkan di Radio Suara Landak 98 FM
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini