JAKARTA – WIDTH, platform kecerdasan buatan (AI) untuk pengambilan keputusan di bidang kepatuhan dan risiko, menjalin kemitraan strategis dengan Nawadata, perusahaan teknologi asal Indonesia yang fokus pada pengembangan perangkat lunak untuk sektor perbankan dan keuangan.
Kemitraan ini bertujuan untuk membantu institusi keuangan di Indonesia dalam memperkuat tiga aspek krusial: kepatuhan regulasi, manajemen risiko, serta pengendalian kejahatan keuangan. Penguatan ini menjadi semakin penting seiring dengan pesatnya digitalisasi layanan keuangan yang dijalankan oleh para pelaku industri.
Nawadata memiliki rekam jejak yang solid, dipercaya oleh empat dari sepuluh bank terbesar di Indonesia berdasarkan total aset. Perusahaan ini juga telah menjadi mitra bagi berbagai institusi lain di industri perbankan dan jasa keuangan. Nawadata menawarkan solusi teknologi keuangan yang komprehensif, mencakup pelaporan regulasi melalui OneReporting, penanganan kejahatan keuangan dan kepatuhan melalui OneFCC, manajemen risiko melalui OneRisk, serta solusi untuk manajemen kredit dan otomasi proses bisnis.
Di sisi lain, WIDTH menyediakan platform terpadu yang mendukung berbagai proses penting. Ini termasuk orientasi nasabah digital (digital onboarding), proses Know Your Customer (KYC) dan Know Your Business (KYB), penyaringan data (screening), pemantauan transaksi, deteksi penipuan, hingga pengelolaan kasus. Platform WIDTH dilengkapi dengan fitur AI Reviewer yang mengumpulkan dan menyajikan bukti pendukung untuk setiap rekomendasi yang diberikan. Selain itu, teknologi Graph Intelligence mampu memetakan hubungan kompleks antara nasabah, perusahaan, dan pihak-pihak terkait, sembari tetap memastikan tim kepatuhan memegang kendali penuh atas keputusan akhir.
Institusi keuangan di Indonesia dihadapkan pada kewajiban pelaporan berkala kepada regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Mereka juga wajib menjalankan kewajiban pencegahan dan pemberantasan pencucian uang serta pendanaan terorisme (Anti-Money Laundering and Counter-Terrorism Financing atau AML/CFT). Regulasi OJK yang terbit pada 2024 semakin mempertegas kewajiban penerapan strategi anti-fraud, yang meliputi pencegahan, deteksi, investigasi, pelaporan, serta pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut.
Melalui kolaborasi ini, institusi keuangan yang bekerja sama dengan salah satu atau kedua perusahaan dapat mengintegrasikan kapabilitas Nawadata dalam pelaporan regulasi, manajemen risiko, dan manajemen kredit. Kapabilitas ini akan dilengkapi dengan teknologi WIDTH untuk digital onboarding, KYC dan KYB, Graph Intelligence, serta AI Reviewer. Sinergi ini dirancang untuk mendukung institusi keuangan dalam mengelola kewajiban kepatuhan mereka secara efektif, sekaligus memperkuat pengendalian risiko terkait kejahatan keuangan dan penipuan.
“Bank dan institusi keuangan di Indonesia semakin banyak mendigitalisasi proses layanan nasabah, sekaligus memperkuat pengendalian AML/CFT dan penipuan,” ujar Chye Kit Chionh, Co-Founder dan CEO WIDTH dalam keterangan tertulisnya.
Johan Peterson, Chief Executive Officer Nawadata, menambahkan, “Bersama-sama, kami dapat mendukung kebutuhan mereka melalui solusi yang memahami persyaratan lokal. WIDTH juga memberikan bukti pendukung di balik setiap rekomendasi kepada tim kepatuhan, sekaligus memastikan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan mereka. Tujuan kami adalah menyederhanakan teknologi informasi bagi bank dan institusi keuangan yang kami layani.”
Ia melanjutkan, “Kemitraan dengan WIDTH memungkinkan kami memperluas kapabilitas yang dapat kami tawarkan kepada klien, khususnya dalam digital onboarding, KYC dan KYB, serta peninjauan kepatuhan berbantuan AI. Kapabilitas ini melengkapi solusi pelaporan regulasi, manajemen risiko, dan manajemen kredit dari Nawadata yang telah menjadi bagian dari kebutuhan operasional mereka.”
WIDTH adalah platform terpadu berbasis AI untuk pengambilan keputusan di bidang kepatuhan dan risiko. Platform ini mengintegrasikan KYC, KYB, pemantauan anti-pencucian uang (AML), deteksi penipuan, pengelolaan kasus, dan pelaporan regulasi dalam satu sistem yang mendukung audit. Berkantor pusat di Singapura, WIDTH melayani lebih dari 500 institusi di sektor perbankan, teknologi finansial (fintech), asuransi, aset digital, dan jasa profesional di 180 yurisdiksi.
Sementara itu, PT Nawadata Solutions adalah penyedia solusi teknologi perbankan dan keuangan di Indonesia yang didirikan oleh para profesional di bidang teknologi informasi dan perbankan. Nawadata mengembangkan perangkat lunak untuk pelaporan regulasi, kejahatan keuangan dan kepatuhan, manajemen risiko, manajemen kredit, serta otomasi proses bisnis. Solusinya ditujukan bagi bank, perusahaan pembiayaan otomotif dan konsumen, perusahaan asuransi, serta institusi keuangan lainnya di Indonesia. Nawadata memiliki kantor di Jakarta dan Tangerang.
Komentar