Cadangan Devisa RI Naik Tipis ke US$ 146,8 Miliar pada Oktober 2026

Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa naik tipis pada Oktober 2026, dipengaruhi penarikan pinjaman luar negeri dan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Cadangan Devisa RI Naik Tipis ke US$ 146,8 Miliar pada Oktober 2026
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso). (Thomas E Harefa/Investor Daily)

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2026 mengalami kenaikan tipis menjadi sebesar US$ 146,8 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar US$ 0,5 miliar dibandingkan posisi September 2026 yang tercatat sebesar US$ 146,3 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa perkembangan positif ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Di antaranya adalah penarikan pinjaman luar negeri oleh pemerintah, serta penerimaan dari sektor pajak dan jasa. Selain itu, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo juga turut memengaruhi posisi cadangan devisa.

Kondisi cadangan devisa juga terdampak oleh kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap ketidakpastian yang masih tinggi di pasar keuangan global.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ujar Ramdan dalam keterangan resmi yang diterima pada Jumat (6/11/2026).

Posisi cadangan devisa pada akhir Oktober 2026 dinilai memadai. Angka tersebut setara dengan pembiayaan untuk 5,3 bulan impor, atau 5,2 bulan impor jika ditambah dengan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Pencapaian ini berada di atas standar kecukupan internasional yang ditetapkan sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia meyakini bahwa ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap terjaga dengan baik. Hal ini didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai, serta aliran masuk modal asing yang terus berdatangan. Aliran masuk modal ini sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan daya tarik imbal hasil investasi di Indonesia.

“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Ramdan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *