Laba Bersih Alam Sutera Melonjak 811% di Tengah Proyeksi Positif

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) catat lonjakan laba bersih 811% per September 2026. Phintraco Sekuritas pertahankan rekomendasi 'buy'.

Laba Bersih Alam Sutera Melonjak 811% di Tengah Proyeksi Positif
Ilustrasi IHSG sumber: Antara

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) menunjukkan performa keuangan yang impresif dengan laba bersih melonjak hingga 811% per September 2026. Kenaikan signifikan ini didukung oleh peningkatan pendapatan, terutama dari segmen pengembangan properti.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, pendapatan ASRI pada periode tersebut meningkat 26,5% mencapai Rp2,1 triliun. Peningkatan ini mayoritas disumbang oleh pendapatan pengembangan (development revenue) yang tumbuh 43,2% menjadi Rp1,39 triliun. Pertumbuhan ini sejalan dengan realisasi pengakuan pendapatan dari proyek-proyek apartemen dan perkantoran yang sedang berjalan.

Sementara itu, pendapatan berulang (recurring revenue) yang berasal dari segmen perhotelan, infrastruktur, dan pariwisata mencatat pertumbuhan yang lebih moderat, yakni 3% menjadi Rp706 miliar. Meskipun demikian, kenaikan pendapatan ini diimbangi dengan peningkatan biaya pokok pendapatan sebesar 40% menjadi Rp1,10 triliun. Akibatnya, margin laba kotor mengalami sedikit koreksi menjadi 47,5% dari sebelumnya 52,6%.

“ASRI membukukan laba bersih sebesar Rp109,3 miliar per September 2026, meningkat 889% dari Rp11,1 miliar,” demikian kutipan dari riset Phintraco Sekuritas yang dirilis Sabtu (7/11/2026).

Prospek Usaha dan Target Harga

Ke depannya, Phintraco Sekuritas menilai bahwa pemulihan kinerja ASRI akan sangat bergantung pada kemampuan perseroan untuk mengakselerasi penjualan properti dan meningkatkan kontribusi dari proyek-proyek baru. Hingga 29 September 2026, realisasi marketing sales ASRI telah mencapai Rp1,42 triliun, atau sekitar 50,7% dari target tahunan sebesar Rp2,8 triliun.

Untuk mencapai target tahunan tersebut, Phintraco memperkirakan perseroan perlu membukukan penjualan sekitar Rp1,38 triliun pada kuartal keempat 2026. Di sisi lain, Phintraco melihat bahwa struktur keuangan ASRI yang semakin stabil pasca-proses refinancing memberikan fleksibilitas likuiditas yang memadai untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan proyek di masa mendatang.

Phintraco Sekuritas memutuskan untuk mempertahankan rekomendasi ‘buy’ untuk saham ASRI dengan target harga Rp149. Target harga ini mengalami penyesuaian dari sebelumnya Rp268, namun masih mencerminkan potensi kenaikan sebesar 58% dari harga saham saat riset dibuat, yaitu Rp94. Penilaian ini didasarkan pada metode discounted cash flow (DCF) dengan asumsi WACC sebesar 10,16%. Phintraco mengidentifikasi risiko utama yang dapat memengaruhi kinerja ASRI, antara lain kenaikan suku bunga acuan dan potensi pelemahan daya beli masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *