TANGERANG SELATAN – PT Pertamina Patra Niaga telah mengumumkan Endri Supriatna sebagai pemenang pertama Bright Gas Cooking Competition (BGCC) 2026. Puncak kompetisi kuliner ini digelar di Bintaro Jaya Xchange Mall Park pada Sabtu (7/11/2026), sekaligus menjadi ajang yang mendorong lahirnya kreativitas baru untuk perkembangan kuliner Nusantara.
Perjalanan Endri menuju podium juara menyajikan kisah inspiratif. Setelah sebelumnya meraih posisi ketiga pada babak semifinal di Palembang, ia tak henti mengasah kemampuan dan meningkatkan kualitas masakannya. Puncaknya, Endri berhasil keluar sebagai Juara 1 di babak Grand Final. Kemenangannya diraih berkat hidangan gulai lampung yang inovatif, memadukan gulai taboh, burgo khas Palembang, dan sambal goang dari Jawa Barat. Dalam kompetisi ini, Muhammad Azwar dari Medan menempati posisi kedua, disusul Felly Sitta Mayasari dari Cikarang di peringkat ketiga.
BGCC 2026, yang memasuki tahun penyelenggaraan kelima, mengusung tema “Warisan Rasa Nusantara dari Hati”. Kompetisi ini diikuti oleh sembilan finalis terpilih dari total 2.891 peserta yang telah melalui rangkaian seleksi di Tegal, Palembang, dan Yogyakarta. Pada babak penentuan, para finalis ditantang untuk mengolah bahan utama yang dirahasiakan menjadi kreasi kuliner Nusantara di hadapan dewan juri yang terdiri dari Chef Yuda Bustara, Chef Firhan Ashari, dan kreator konten kuliner Magdalena Fridawati.
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menjelaskan bahwa BGCC menyediakan platform bagi masyarakat dari beragam latar belakang untuk mengembangkan keahlian memasak sekaligus mempromosikan resep daerah. Tahun ini, peserta juga mendapatkan pembekalan teknik penyajian hidangan langsung dari Chef Yuda Bustara.
“Latar belakang peserta sangat bervariasi mulai dari ibu rumah tangga hingga pekerja karir yang hobi memasak. Lewat BGCC, kami ingin peserta punya kesempatan untuk mengolah resep yang dekat dengan keseharian mereka, belajar teknik baru, dan mengembangkan bakatnya di dunia kuliner,” ujar Eko.
Dewan juri memberikan perhatian khusus pada aspek cita rasa, kreativitas dalam mengolah bahan, serta presentasi hidangan. Chef Yudha Bustara mengapresiasi pesatnya perkembangan kemampuan para peserta sepanjang kompetisi. Ia menilai BGCC telah menjadi wadah yang efektif bagi masyarakat untuk terus belajar, mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara, dan mengasah kemampuan memasak melalui berbagai tantangan.
“Hal menarik dari kompetisi ini adalah bagaimana para peserta terus berkembang dari satu tahap ke tahap berikutnya. Mereka tidak hanya ditantang untuk menghasilkan hidangan yang lezat, tetapi juga menunjukkan kreativitas, teknik, dan kemampuan mengolah bahan menjadi sajian yang memiliki karakter,” kata Chef Yudha.
Ia menambahkan bahwa kekayaan kuliner Indonesia sangatlah luas, dan melalui kompetisi seperti ini, resep tradisional dapat terus berkembang dengan sentuhan kreativitas baru.
Bagi Endri, keberhasilannya meraih gelar juara pertama BGCC 2026 merupakan buah dari proses belajar dan perjuangan yang panjang. Berawal dari kebiasaan memasak di dapur rumah, Endri mulai aktif mengikuti kompetisi memasak sekitar dua bulan sebelum berpartisipasi dalam BGCC.
Pengalamannya dari juara ketiga semifinal Palembang hingga menjadi juara pertama di grand final menjadi pelajaran berharga. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa proses belajar yang berkelanjutan dan kemauan untuk terus berkembang dapat mengantarkan seseorang meraih prestasi gemilang.
“Buat saya, BGCC memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk ikut dan bersaing. Saya belajar memasak dari dapur rumah dan baru aktif mengikuti kompetisi masak dua bulan lalu,” ungkap Endri.
Komentar