Amerika Serikat (AS) melalui program Rewards for Justice yang dikelola Departemen Luar Negeri AS menawarkan imbalan hingga US$ 20 juta, atau sekitar Rp 362,2 miliar. Imbalan ini diberikan bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi krusial mengenai program nuklir Iran.
Penawaran tersebut diumumkan melalui akun X (sebelumnya Twitter) milik Departemen Luar Negeri AS. Informasi yang dicari mencakup identitas personel, teknologi nuklir, kemampuan, serta organisasi dan individu yang terlibat dalam program tersebut.
“Hadiah hingga US$ 20 juta untuk informasi mengenai program nuklir Iran. Rewards for Justice mencari informasi tentang ilmuwan dan staf nuklir, teknologi dan kemampuan terkait program nuklir, serta organisasi dan personel yang terlibat,” tulis Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan resminya.
Menanggapi tawaran AS, Iran menegaskan tidak akan membuka negosiasi atau membahas program nuklirnya selama tuntutannya belum dipenuhi. Iran menuntut penghentian total konflik dengan AS, pencabutan blokade laut, serta pemenuhan poin diplomasi lainnya. Iran juga memblokir opsi ekspor cadangan uraniumnya ke negara lain.
Hubungan AS dan Iran memburuk pasca eskalasi militer pada 28 Februari 2026, ketika AS bersama Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Iran, yang dibalas dengan serangan balasan Iran ke posisi AS dan Israel. Meskipun konfrontasi fisik mereda, perselisihan geopolitik mendasar masih berlangsung, dan upaya intelijen seperti program Rewards for Justice menunjukkan tingginya risiko pecahnya kembali pertempuran di Timur Tengah.
Komentar