JAKARTA – Nilai tukar rupiah diprediksi akan kembali memasuki tren pelemahan pada perdagangan Senin, 9 November 2026. Pada penutupan perdagangan Jumat sore (6/11/2026), rupiah ditutup melemah 7 poin ke level Rp 18.089 per dolar Amerika Serikat.
Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan mata uang Garuda akan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah di rentang Rp 18.080 hingga Rp 18.130 per dolar AS pada Senin depan. Untuk pergerakan sepekan ke depan, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah berada di kisaran Rp 17.920 hingga Rp 18.220 per dolar AS, dengan target pelemahan di level Rp 18.500 per dolar AS untuk bulan November.
Prospek pelemahan rupiah ini diperberat oleh kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia, terutama imbas dari tren harga minyak yang tinggi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan beban subsidi dan kompensasi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Ketika kebijakan fiskal dinilai berisiko, belanja pemerintah terus meningkat, dan arah kebijakan ekonomi dianggap kurang konsisten, pasar akan meminta premi risiko lebih tinggi, yang membuat tekanan terhadap nilai tukar (rupiah) semakin besar,” ujar Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya pada Jumat (6/11/2026).
Arus keluar modal asing yang masih berlanjut juga menambah tekanan pada pasar keuangan domestik. Ibrahim menambahkan bahwa investor cenderung lebih berhati-hati karena kekhawatiran terhadap pelemahan rupiah, risiko inflasi impor, dan ketahanan fiskal pemerintah.
Akibatnya, meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup kuat, kepercayaan investor belum sepenuhnya pulih, sehingga rupiah masih rentan mengalami tekanan. Dari sisi eksternal, sentimen konflik di Timur Tengah yang menimbulkan kekhawatiran mengenai pasokan energi juga diprediksi akan berdampak pada rupiah.
Lebih lanjut, Ibrahim menjelaskan bahwa prospek geopolitik global tetap tidak menentu menyusul pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat. Kemenangan Partai Demokrat dalam menguasai kedua majelis Kongres sempat memicu harapan akan percepatan upaya mengakhiri konflik. Namun, hasil pemilihan tersebut belum menjamin tercapainya terobosan diplomatik yang signifikan.
Komentar