Tekanan Berlapis Hantam Rupiah, Investor Pantau Fiskal dan Konflik Global

Rupiah melemah di akhir pekan akibat kekhawatiran fiskal, kenaikan harga minyak, dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta Ukraina.

Tekanan Berlapis Hantam Rupiah, Investor Pantau Fiskal dan Konflik Global
Warga menunjukan uang di kawasan Jagakarsa, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Rakha Raditya Yahya)

JAKARTA – Nilai tukar rupiah ditutup kembali melemah pada perdagangan Jumat, 6 November 2026. Mata uang Garuda tertekan 7 poin atau 0,04% ke posisi Rp 18.089 per dolar Amerika Serikat, turun dari penutupan sebelumnya di Rp 18.082 per dolar AS.

Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan beban subsidi dan kompensasi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain itu, komitmen belanja pemerintah yang besar memerlukan pembiayaan signifikan. Hal ini menimbulkan perhatian investor terhadap defisit anggaran dan keberlanjutan fiskal negara.

“Investor juga mempertimbangkan kualitas pertumbuhan ekonomi, kemampuan pemerintah membiayai belanja negara, risiko defisit anggaran, serta stabilitas kebijakan ekonomi,” ujar Ibrahim dalam keterangannya pada Jumat (6/11/2026).

Ia menambahkan, jika kekhawatiran fiskal terus meningkat dan modal asing masih keluar, rupiah berpotensi tetap tertekan meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat cukup kuat.

Dari sisi eksternal, sentimen negatif juga datang dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah pasca laporan serangan terhadap sejumlah kapal tanker. Kekhawatiran mengenai pasokan energi meluas hingga ke luar kawasan Timur Tengah.

“Ukraina kembali melancarkan serangan terhadap kilang minyak Ryazan di Rusia, salah satu yang terbesar menjadi sasaran dalam serangan pesawat nirawak (drone),” ungkap Ibrahim, menyoroti dampak konflik global terhadap pasar energi dan mata uang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *