– Hempasan gelombang pasang laut disertai ombak tinggi mengancam akses vital masyarakat di kawasan pesisir Paloh, Kabupaten Sambas. Jalan utama dan jembatan Dusun Matang Putus, Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, nyaris terputus akibat terjangan air laut yang terjadi hampir sepekan terakhir, Jumat (9/1/2026).
Salah seorang warga Desa Matang Danau, Akhmad, mengatakan berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WIB, kondisi jembatan utama Matang Putus semakin mengkhawatirkan akibat hempasan ombak yang cukup kuat.
“Pagi tadi ombak besar hampir memutus jembatan utama Matang Putus. Kondisinya sudah sangat rawan,” ungkap Akhmad.
Menurutnya, fenomena pasang laut atau rob yang disertai gelombang tinggi telah berlangsung hampir satu minggu, terhitung sejak 2 hingga 8 Januari 2026. Namun, puncak pasang terjadi pada Jumat (9/1/2026), di mana gelombang laut mencapai badan jalan raya dan menghantam bagian jembatan.
“Pasang laut atau rob sudah hampir satu minggu, mulai tanggal 2 sampai 8 Januari 2026. Hari ini yang paling besar, ombak sampai ke jalan raya dan menghantam jembatan,” jelasnya.
Selain mengancam infrastruktur jalan dan jembatan, gelombang tinggi juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga. Sejumlah lapak pedagang di sepanjang pesisir pantai dilaporkan rusak akibat diterjang ombak. Perabotan lapak kuliner bahkan ada yang berhamburan dan terbawa arus laut.
Akhmad menambahkan, pasang air laut umumnya terjadi sejak waktu subuh hingga pagi hari. Kondisi tersebut juga mengakibatkan lahan pertanian dan persawahan di sekitar jalan raya terendam air laut.
“Abrasi terjadi di lokasi-lokasi yang belum dibangun penahan ombak. Kami berharap kondisi ini segera mendapat perhatian dan penanganan, agar hantaman ombak tidak sampai masuk ke permukiman warga,” tutupnya.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah cepat guna mencegah abrasi semakin parah serta menjaga akses vital dan keselamatan masyarakat pesisir Paloh.[SK]
