 |
| Gubernur Kalbar, Ria Norsan saat melakukan pengecekan bahan pokok yang tersedia di pasar Tradisional Masuka Kabupaten Sintang.SUARALANAK/SK |
Sintang (Suara Landak) – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan, melakukan kunjungan ke Pasar Tradisional Masuka, Kabupaten Sintang, guna memastikan ketersediaan dan keamanan stok bahan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Minggu (14/12/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Kalbar meninjau langsung sejumlah lapak pedagang sekaligus mengecek ketersediaan berbagai komoditas kebutuhan pokok yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Kepada awak media, Ria Norsan menegaskan bahwa peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap terjaga dan dapat diakses masyarakat dengan baik menjelang momentum Nataru.
“Saat ini kami berada di pasar tradisional untuk mengecek dan memastikan ketersediaan bahan-bahan pokok menjelang Nataru dalam kondisi aman,” ujar Ria Norsan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Gubernur mengakui adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas, khususnya bawang merah dan cabai. Kenaikan tersebut, menurutnya, dipengaruhi oleh faktor cuaca yang tidak menentu.
“Memang terdapat kenaikan harga pada komoditas seperti bawang merah dan cabai. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya angka inflasi, dan penyebab utamanya adalah kondisi cuaca,” jelasnya.
Ia menambahkan, curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir bahkan telah menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, sehingga berdampak pada proses panen dan distribusi hasil pertanian.
“Mudah-mudahan kenaikan ini hanya berlangsung beberapa hari ke depan. Kemarin curah hujan cukup tinggi dan terjadi banjir, sehingga panen menjadi agak sulit,” tambahnya.
Meski demikian, Ria Norsan berharap kondisi tersebut bersifat sementara dan harga bahan pokok dapat segera kembali stabil seiring membaiknya kondisi cuaca.
“Tentunya kita berharap kondisi segera membaik agar harga-harga bahan pokok bisa cepat turun kembali dan masyarakat tidak terbebani,” pungkasnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan secara berkala untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok demi kenyamanan masyarakat dalam menyambut Natal dan Tahun Baru. [SK]