|

Mencoba Memasang Pompa Air, Seorang Pria Meninggal Dunia Akibat Tersetrum Listrik

Ilustrasi tersetrum arus listrik.

Sompak
(Suara Landak) - Seorang pria berinisial ME (45) meninggal dunia akibat tersetrum arus listrik ketika mencoba memasang pompa air.

Anggota Polsek Mempawah Hulu, Bripka Adventius Veno mendapat informasi adanya warga Dusun Padang Entok Desa Pakumbang Kecamatan Sompak meninggal dunia karena tersengat listrik saat bekerja di rumah tetangganya pada Senin (28/12/2020) pukul 16.00 WIB.

Atas informasi tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Pakumbang, Bripda Reno Kristian melakukan pengecekan TKP di Dusun Pauh Bale Desa Pakumbang Kecamatan Sompak Kabupaten Landak.

"Bahwa korban bekerja bersama abang kandungnya atas kemauan korban sendiri dengan menawarkan diri untuk memasang mesin pompa air," kata Reno.

Kronologis kejadian tersebut  berawal ketika abang kandung korban, Elias dan korban ME mengerjakan pemasangan tong air. Setelah pekerjaan itu selesai, korban ME melihat mesin air belum dipasang di belakang rumah. Selanjutnya, korban ME langsung mengerjakannya. 

"Pada saat korban akan memasang mesin air,  saudara Elias sempat bertanya kepada korban apakah aliran listrik sudah  dimatikan. Dan jawab korban sudah dimatikannya," ujar Reno.

Sekitar 5 menit kemudian, terdengar teriakan korban ME. Elias yang merupakan saksi kejadian mendatanginya dan melihat ME tergeletak dengan posisi sedang memotong kabel listrik dengan menggunakan tang.

"Diduga korban tersengat listrik, kemudian saksi langsung mematikan arus listrik tersebut," lanjut Reno.

Keadaan fisik korban saat ditemukan adanya memar hitam atau gosong pada bagian telinga kiri dan kanan serta lehernya dengan kondisi meninggal dunia.

"Bahwa setelah mematikan arus listrik tersebut, tubuh korban ME sempat di kasi lumpur tanah oleh saksi. Selanjutnya langsung dibawa ke Puskesmas Sompak untuk diperiksa guna memastikan kondisinya," terang Reno.

Pada saat Bripda Reno Kristian sampai di TKP, korban sudah dimakamkan oleh keluarganya. Pihak keluarga korban juga menyampaikan bahwa kejadian tersebut merupakan musibah dan tidak akan menuntut siapapun.

Kapolsek Mempawah Hulu Iptu Asep Tabroni saat dikonfirmasi membenarkan terkait dengan kejadian tersebut. Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan hati-hati  jika hendak memperbaiki  jaringan listrik. 

"Terlebih ketika lokasi kerja terdapat jaringan listrik tegangan tinggi. Hal tersebut penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali," ungkapnya. (Widi/Fik)


Disiarkan di Radio Suara Landak 98 FM.

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini