|

Kunker Ke Mempawah Hulu, Bupati Landak Ingatkan Petani untuk Terus Menanam

Bupati Landak menyerahkan bantuan pertanian.
Mempawah Hulu (Suara Landak) – Bupati Landak Karolin Margret Natasa melakukan kunjungan kerja ke desa-desa dalam rangka melakukan pembagian bibit benih padi dan alat mesin pertanian (alsintan) kepada para kelompok tani di Kecamatan Mempawah Hulu, Senin (14/9/2020)

Bupati Landak didampingi Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Landak, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPRPera) Kabupaten Landak, Anggota DPRD Kabupaten Landak Dapil Landak 3 Nikodemus, Camat Mempawah Hulu serta Kepala Desa bersama kelompok tani yang menerima bantuan.

Pembagian bantuan benih padi dan alsintan di Kecamatan Mempawah Hulu dilakukan 3 tahap mulai dari 10, 14 dan 16 September 2020 dengan total bantuan benih padi sebanyak  83,75 ton untuk benih lahan sawah dan 28 ton untuk benih lahan kering serta 11 Alsintan yang terdiri dari hand tractors, power thresher dan corn sheller.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa dalam sambutannya menjelaskan potensi pertanian di Kecamatan Mempawah Hulu merupakan salah satu sumber pertanian padi yang tebesar di Kabupaten Landak, sehingga Bupati Landak meminta agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara baik.

“Tolong ini ditanam, jangan dijual. Jika dijual Menteri Pertanian tidak akan lagi memberikan bantuan ini kepada Kita. Untuk itu manfaatkan bantuan secara baik,” ujar Karolin

Bupati Landak mengajak masyarakat agar bantuan ini diberikan kepada mereka yang benar-benar mau menanam padi dengan harapan rutinitas pertanian di Kabupaten Landak terus berjalan.

“Yang tidak bersawah jangan diberi, tetapi berikan kepada mereka yang memiliki lahan dan mau menanam benih ini. Para PPL tolong ya diawasi kemudian di cek yang menerima ini benar atau tidak punya lahan dan mau menanam. Kalau tidak ada, tidak apa-apa ambil saja, Ibu Bupati yang tanggung jawab,” papar Karolin.

Lebih lanjut, Bupati Karolin selalu mengingatkan para petani agar tidak masuk dalam beberapa kelompok tani berbeda serta mendaftarkan kelompok taninya pada aplikasi Simluhtan di Kementerian Pertanian.

“Kelompok taninya dibenahi, jangan satu orang petani namanya ada 3 atau 4 kelompok tani. Yang namanya tercatat dibeberapa kelompok tani tolong dihapus, lalu di daftarkan di Simluhtan,” harapnya. (MC/Fik)

Disiarkan di Radio Suara Landak 98 FM
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini