|

Komisi C DPRD Landak Hadiri Lokakarya Mini Kesehatan di Sebangki

Suasana kegiatan Lokakarya Mini Kesehatan Lintas Sektor Bidang Kesehatan Puskesmas.
Sebangki (Suara Landak) – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak menghadiri Lokakarya Mini Kesehatan Lintas Sektor Bidang Kesehatan Puskesmas Sebangki Kecamatan Sebangki Tahun 2020, Kamis (13/8/2020).


Lokakarya dengan tema “Kabupaten Landak bebas stunting guna menciptakan generasi sehat dan cerdas” digelar dalam rangka pembangunan kesehatan dan peningkatan kerjasama tersebut dibuka oleh Camat Sebangki, yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Landak Subandri,  dihadiri Anggota Komisi C DPRD Landak Margareta juga dihadiri Kapolsek Sebangki, Danramil Sebangki dan Kepala Puskesmas Sebangki.


Kepala Dinas  Kesehatan, Subanri juga mengajak seluruh elemen masyarakat Sebangki agar bisa ikut bersama-sama mendukung program-program Puskesmas.


“Hal-hal yang mendukung untuk mencegah stunting ini yaitu harus ada ketersediaan obat dan logistik, kerjasama antar lintas sektor, dan peran kepala desa dalam mengawasi masyarakatnya,” ucapnya.


Selain itu Margareta yang juga merupakan salah satu anggota Komisi C DPRD Landak memaparkan bahwa perlu adanya data yang valid dan akurat akan prevalensi stunting di Kecamatan Sebangki.


“Saya mengharapkan adanya transparansi data dan kemudahan untuk mengaksesnya. Data yang akurat tentang stunting, bagaimana cara mendapatkan angka kejadian, cara mengukur serta alat yang di gunakan apa. Sehingga kita tidak bermain-main dengan angka, paham betul cara apa yang tepat untuk penanganan, hal ini sesuai dengan arahan Presiden Pak Jokowi dalam rapat terbatas pada hari Rabu di istana Merdeka, Jakarta, mengenai percepatan penurunan stunting tanggal 8 Agustus yang lalu," kata Margareta.


Margareta menambahkn jika sesuai data dan analisa masalah yang disajikan, maka kasus stunting di Kecamatan sebangki ini menjadi kasus tertinggi no.2 di Kabupaten Landak, setelah Puskesmas Senakin no urut 3 dan Meranti di no urut 1 yang menjadikan Landak menempati posisi pertama angka Stunting tertinggi di 14 Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat.


"Dimana Provinsi kita menduduki urutan ke-8 angka tertinggi di Indonesia,” lanjut Margareta.


Camat Sebangki, Suripin dalam kegiatan ini mengatakan bahwa pihaknya siap melaksanakan program tersebut dan puskesmas sebagai ujung tombak masalah ini juga harus  lebih proaktif untuk melakukan kegiatan-kegiatan di masyarakat.


"Kita berkomitmen akan melaksanakan program tersebut karena untuk menurunkan stunting di wilayah kita, hal ini menjadi perhatian kita karena wilayah ini berada pada posisi nomor 2 dari 13 kecamatan yang mengalami stunting," ujarnya.


Belum didapatkannya kesepakatan dalam tindak lanjut kasus stunting di Puskesmas sebangki ini, karena perlu koordinasi yang intens dengan pihak desa.


Kepala Puskesmas Sebangki, Manok Triono mengatakan hasil kesepakatan lokmin tersebut akan pihaknya laporkan setelah minggu ini. Ia menambahkan dikarenakan dari beberapa analisa masalah yang ada, pihaknya merasa sangat perlu mengadakan pertemuan beberapa hari ke depan dengan mengumpulkan seluruh Kades di Kecamatan Sebangki.


"Hari ini dari 5 desa yang kami undang, hanya hadir kades Kumpang Tengah. Sedangkan kasus tertinggi berada di Desa Sungai Segak dan Desa Rantau Panjang," pungkas Kepala Puskesmas Sebangki, Manok Triono. (Rilis/Fik)


Disiarkan di Radio Suara Landak 98 FM

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini