|

Jeruk di Kota Ngabang Dibanderol dengan Harga Murah

Pedang jeruk Sambas di Kota Ngabang

Ngabang (Suara Landak) - Pasaran buah jeruk Sambas yang dijual oleh pedangang kaki lima di sekitar Kota Ngabang kini dibanderol hanya seharga Rp 10 ribu/ 3 kg, Selasa (30/6/2020).

Salah satu pedagang kaki lima asal Selakau, Sambas Herman  menuturkan turunnya harga jeruk ini karena pemasarannya hanya terfokus untuk wilayah Kalimantan Barat saja. Dia menambahkan sebelum adanya Pandemi Covid-19, harga jeruk ini dipengaruhi oleh permintaan dari luar pulau Kalimantan seperti Jakarta.

"Sekarang harga jeruk murah, karena sulitnya untuk memasukkan buah jeruk ke Jakarta. Kemungkinan kapal juga jarang, sehingga buah kebanyakan busuk duluan sebelum dikirim," katanya.

Harga jual jeruk yang didatangkan dari Kabupaten Sambas ini dijual Herman dengan harga bervariasi, untuk ukuran besar jenis AB dan C dijual seharga Rp 7 ribu/kg. Buah dengan ukuran sedang jenis Gulli dengan harga Rp 5 ribu/kg, sedangkan untuk ukuran kecil jenis Gullifa dijual seharga Rp 10 ribu/ 3 kg.

Menggunakan mobil pick up, Herman yang ditemani seorang temannya mengaku sudah mulai berjualan di pinggiran jalan raya Kota Ngabang sejak pukul 4.00 WIB dini hari.

"Kita berangkat sekitar setelah waktu Isya dari Selakau (Kabupaten Sambas) dan tiba di Ngabang pada dini hari. Tidur sebentar, kemudian kita turunkan buah dari mobil sekitar pukul 4.00 WIB," ungkapnya.

Berdasarkan  keterangan Herman, dia  memang sudah terbiasa berdagang di Kota Ngabang, bahkan dirinya juga sempat membawa pesanan beras hingga ke daerah Kecamatan Kuala Behe Kabupaten Landak. (Fik/Dina)

Disiarkan di Radio Suara Landak 98 FM
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini