-->
    |

Streaming Radio Suara Landak

Acara Temu Tani Pengguna Pestisida Terbatas di Sengah Temila


Sengah Temila (Suara Landak) - Kapolsek Sengah Temila Iptu Sujiyanto melalui Kanit Intelkam Polsek Sengah Temila Aiptu Dwi Perlindungan menghadiri kegiatan Expo Armure oleh PT Syngenta Indonesia pKamis (28/02/2019).

Expo tersebut dalam rangka temu tani pengguna pestisida terbatas, di lahan pertanian masyarakat Desa Senakin, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak.

Dalam kesempatan tersebut, managemen PT Syngenta Indonesia yang diwakili oleh Indra selaku perwakilan PT. Syngenta Pontianak mengatakan, maksud dan tujuan diadakannya kegiatan tersebut untuk mengedukasikan supaya petani bisa menghasilkan gabah atau padi yang maksimal.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh PT. Syngenta Indonesia yang di Wakili oleh Perwakilan PT. Syngenta Pontianak Indra dan team Syngenta Kabupaten Landak, Kapolsek Sengah Temila di wakili oleh Kanit Intelkam Polsek Sengah Temila Aiptu Dwi Perlindungan, Para kelompok tani Dusun Senakin, tokoh pemuda, Masyarakat Dusun Senakin dan Undangan yang hadir sekitar 30 Orang.

Dalam kesempatan tersebut, dari pihak Desa Senakin yang di wakili oleh Marius mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak PT. Syngenta yang telah berkenan hadir di Dusun Senakin untuk memberikan arahan kepada pihak petani yang lain

Pada kesempatan tersebut, Kanit Intelkam Polsek Sengah Temila Aiptu Dwi Perlindungan menyampaikan tentang ketahanan pangan. Dengan cukupnya kebutuhan pokok dapat berdampak positif kepada masyarakat.

Dwi Perlindungan juga berterima kasih kepada PT Syngenta Indonesia yang telah banyak membantu para petani dalam memberikan informasi tentang pertanian. Serta mempermudah para petani untuk mendapatkan barang-barang pertanian.

"Sehingga dapat meningkatkan hasil panen khususnya padi, dan itu merupakan bentuk partisipasi dalam menunjang ketahanan pangan di Desa Senakin, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak," katanya.

Dwi Perlindungan juga mengucapkan terimakasih kepada petani yang sudah bertani secara modern.

"Dengan demikiam dapat mengurangi sistem bertani dengan cara membakar lahan," tutupnya.

Penulis : DP
Editor : Tullahwi
Disiarkan di Radio Suara Landak 98 FM
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini