|
Streaming Radio Suara Landak

Banjir di Ngabang, Kedua Terparah Setelah 2001

Banjir turut menggenangi terminal, Sabtu (16/1/2021) pagi.

Ngabang
(Suara Landak) - Berdasarkan pantauan langsung suaralandak.co.id sejumlah titik pasar di Kota Ngabang seperti Pasar Jati, Pasar Laut, Pasar Baru hingga Terminial Ngabang turut tergenang banjir bahkan sejumlah toko juga terlihat tutup, Sabtu (16/1/2021).

Menurut salah satu pedagang April Toni, menuturkan bahwa banjir kali ini merupakan banjir terbesar setelah tahun 2001. Namun kali ini kendaraan masih bisa melintas di jalan raya.

"Ini banjir kedua terparah setelah 2001. Pada tahun 2001 itu sebenarnya lebih parah lagi, soalnya di jalan raya sudah bisa pake speed boat," jelasnya.

Warga Pasar Jati, Sumerna ia berharap banjir kali ini tidak seburuk tahun 2021. "Pada tahun 2001, depan kuburan di tugu itu terkena air, terminal juga terendam dan di jalan juga digenangi air, hanya enam buah rumah yang tidak teremdam air lantainya," ungkapnya.

Kemudian di sekitar jembatan baru, Ngabang yang terendam banjir tampak juga pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan yang mengatur arus lalu lintas.

Kapolres Landak, AKBP Ade Kuncori Ridwan menuturkan pihaknya saat ini mengambil langkah melakukan ploting pada beberapa tirik di Kota Ngabang.

"Pertama, kita melakukan ploting personel di jalan raya Ngabang arah ke pasar, ada beberap titik yang terendam air dan kami ploting personel kita untuk mengatur lalu lintas di situ," ujar.

Ade kemudian menambahkan Timsar Polres Landak bersama BPBD Landak melakukan patroli di sekitar Ngabang hingga di Kecamatan Air Besar dan Kuala Behe untuk membantu evakuasi warga.

"Kami juga berusaha untuk mengumpulkan dan menyalurkan bansos untuk warga yang terdampak banjir," sambung Kapolres Landak.

Untuk saat pihak Polres Landak sementara ini tidak melakukan penutupan jalur utama jalan raya Ngabang karena masih bisa dilalui oleh kendaraan besar.

"Jalan raya raya masih bisa dilewati untuk kapasitas kendaraan besar, cuma kami mengatur lalu lintas agar lebih lancar," jelasnya.

Dalam kondisi Sungai Landak yang masih pasang, Ade kemudian mengimbau warga untuk menghubungi pihak kepolisian jika memerlukan evakuasi saat banjir. Ia juga meminta warga untuk meninggalkan rumah dalam keadaan terkunci untuk mencegah terjadinya tindak pidana pencurian. (Tim/Fik)


Disiarkan di Radio Suara Landak 98 FM

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini