|

Pakar Gunakan Lagu serta Obat Penenang untuk Selamatkan Gajah Islamabad

Frank Goeritz (kiri), Kepala Layanan Veteriner di Institut Leibniz untuk penelitian kebun binatang dan satwa liar di Berlin, dan Amir Khalil, Kepala Pengembangan Proyek di Four Paws International, mengambil sampel darah Kaavan. (Foto: Reuters)
Suara Landak - Dilansir dari VOA, seorang dokter hewan,  Amir Khalil yang telah bekerja di zona perang untuk menyelamatkan hewan, menyanyikan lagu Frank Sinatra untuk mendekati seekor gajah Islamad yang bernama Kaavan. Khalil bersama organisasi kesejahteraan, Four Paws, bertugas untuk menentukan apakah Kaavan aman untuk dipindahkan ke tempat perlindungan di Kamboja.

Kantor berita Reuters melaporkan, langkah itu dilakukan setelah pengadilan Pakistan memutuskan pada bulan Mei bahwa semua hewan di kebun binatang Islamabad harus dibebaskan atau dipindahkan ke lingkungan yang lebih baik.

“Ketika kami tiba 10 hari yang lalu, saya mulai melatihnya dan bernyanyi untuknya, dan dia menerima saya,” ujarnya sambil menambahkan ia memilih salah satu hit Frank Sinatra "My Way".

Para pemerhati hewan telah lama menyuarakan keprihatinan tentang kondisi di kebun binatang Islamabad, tempat puluhan hewan, termasuk enam anak singa telah mati dalam empat tahun terakhir.

Keputusan pengadilan diambil setelah kampanye global selama empat tahun terakhir, didukung oleh penyanyi Amerika, Cher. Terkait dengan hal tersebut, tim pakar berusaha untuk memindahkan Kaavan, ke Kamboja jika memungkinkan.

Gajah berusia 36 tahun itu menghabiskan sebagian besar hidupnya di kandang kecil dengan sedikit tempat berlindung, dan delapan tahun terakhir sendirian setelah gajah pendampingnya mati.

Selain melantunkan lagu Sinatra, pakar Four Paws juga menembakkan anak panah dengan obat penenang sehingga mereka bisa melakukan pemeriksaan menyeluruh pada Kaavan yang mengantuk.

Saat Kaavan bangun untuk makan beberapa apel, spesialis gajah Four Paws, Frank Goeritz, menganalisis sampel darahnya. Goeritz mengatakan meski Kaavan mengalami obesitas, tidak bahagia dan memiliki kuku cacat yang membuatnya berisiko terkena infeksi serius, pandangannya penuh harapan.

“Mari kita tunggu sampai kita mendapatkan semua hasil, tapi sejauh ini saya tidak melihat ada masalah besar jika ia bepergian. ia menghadapi kehidupan yang baik,” terangnya. (VOA)
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini