|

Hasil “Swab Test” Jokowi Negatif Corona

Presiden Joko Widodo hari Sabtu (25/7) mengatakan "swab test" yang dilakukannya terbukti negatif. Jokowi mengajak warga berolahraga untuk meningkatkan kekebalan tubuh guna melawan virus corona. (Foto: Courtesy/Setpres RI)

Jawa Barat (Suara Landak) - Banyak pihak menyampaikan kekhawatiran akan kesehatan Jokowi setelah Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo, yang sempat bertemu presiden pada 16 Juli, positif terinfeksi virus corona pada 23 Juli.

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, dalam keterangan pers di halaman Istana Negara hari Jumat (24/7) mengatakan bahwa pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat guna mencegah perebakan virus corona di lingkungan Istana Kepresidenan.

“Yang pertama perlu kami tegaskan di sini, setiap pejabat, menteri, ataupun masyarakat yang akan bertemu dengan Bapak Presiden itu kami lakukan protokol kesehatan yang sangat ketat. Pertama adalah dilakukan rapid test, kedua tentunya kita mau mengenakan masker, ketiga adalah selalu menjaga jarak. Di dalam istana pun, kursi dan tata letak meja dan kursi itu sudah dilakukan jaga jarak dan lainnya," ujarnya.

Ditambahkannya, seluruh tim yang bekerja di Istana Kepresidenan dan berinteraksi dekat dengan Presiden Joko Widodo, mulai dari staf yang bekerja memenuhi kebutuhan presiden hingga paspampres, setiap hari selalu menjalani rapid test.

Standar kesehatan yang ketat juga diterapkan pada ruangan-ruangan yang akan dipakai presiden beraktivitas. “Misalnya Bapak Presiden akan bekerja sehari-hari di Istana Negara, berarti jam enam pagi kami lakukan sterilisasi dan orang tidak lagi boleh masuk. Saya rasa sudah ketat, sudah maksimum,” ujarnya.

Pihak Istana Kepresidenan juga sedang mempertimbangkan untuk mengurangi tamu yang akan bertemu presiden ke depan. [gi/em]

Sumber (VOA)
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini