|

Dapat Dana Bansos Corona, Warga Ini Malah Beli Alat Bantu Onani

Petugas menghitung uang pecahan 100 dolar di Ayumas Money Changer, Jakarta Pusat, Kamis (19/3). [Suara.com/Alfian Winanto]

Jakarta (Suara Landak) - Pemerintah Amerika Serikat menerbitkan kebijakan memberikan stimulus berupa bantuan dana kepada masing-masing warga dalam menghadapi krisis akibat wabah virus corona covid-19.

Namun,  seorang warga justru menggunakan bantuan tersebut untuk membeli barang yang tak berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari.

Pemerintah Amerika Serikat menanggarkan dana bantuan ekonomi hingga USD 2 triliun.

Seperti yang diaporkan oleh Business Insider, seorang warga AS harus memenuhi beberapa syarat agar bisa mendapatkan bantuan dana senilai USD 1.200.

Seorang warga harus memiliki nomor jaminan sosial, mengajukan pengembalian pajak untuk tahun 2018 dan 2019, hingga memperbarui informasi bank kepadaInternal Revenue Service (IRS).

Namun, sejumlah warga Amerika yang telah bersusah payah memenuhi persyaratan tersebut justru menggunakan dana untuk keperluan lainnya.

Kebanyakan dari mereka adalah anak muda yang mengunggah pengakuannya ke sosial media.

Alih-alih menggunakannya untuk membantu kesulitan perekonomian akibat covid-19, sejumlah warga justru menggunakan dana bantuan itu untuk membeli barang-barang lain seperti mantel bulu, senjata api, hingga mainan seks.

Seorang warga dengan akun Twittermengaku bahwa ia menggunakan dana bantuan tersebut untuk membeli mantel hitam yang sesungguhnya tidak terlalu dibutuhkan di musim semi ini.

Sementara itu, warga lainnya mengaku membeli sebuah senjata baru dari uang bantuan tersebut. Ia mengatakan akan menggunakannya untuk membuat konten demi fansnya.

Warga Amerika lainnya bahkan menggunakan stimulus tersebut untuk membeli alat bantu seksual tepat setelah dirinya mendapat notifikasi bahwa dana telah masuk ke rekeningnya.

Menanggapi unggahan pengakuan warga Amerika tersebut, Sickchirpse, media yang melaporkan kejadian ini menganggap bahwa orang-orang tersebut adalah pengemis.

"Kalian harus mempertimbangkan bahwa sebagian besar dari orang-orang ini memilih Donald Trump sehinga mereka tidak benar-benar peduli tentang apa pun kecuali lima menit berikutnya," bunyi keterangan dari media tersebut.

Sumber (Suara.com)
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini