|

Streaming Radio Suara Landak

Desa Sepahat Gandeng Yayasan Sabantu Bentuk Kelompok Inklusi Disabilitas

suasana lokaskarya di kantor desa Sepahat

Menjalin (Suara Landak) - Desa Sepahat dengan mendatangkan pihak yayasan Sabantu menggelas lokakarya di gedung aula desa Sepahat.

Hadir dalam kegiatan tersebut bhabinkamtibmas, kasi kesos kecamatan Menjalin, seluruh Kepala dusun dan warga desa Aepahat, selasa (23/07/2019).

Kegiatan lokakarya bertema Desa Inklusif-Ramah Anak Difabel, yang diikuti sebanyak sekitar 50 peserta, dan dibuka oleh Kades Sepahat, Roni Barani, ST.

Penderita disabilitas yang dinilai kurang mendapatkan perhatian baik pemerintah maupun pihak terkait lainnya, pemerintah desa Sepahat menggandeng salah satu yayasan rehabilitasi khusus untuk anak yang mempunyai kelainan fisik.

Selain itu juga ada pengadaan alat bantu bagi penyandang cacat fisik untuk membentuk kelompok inklusif disabilitas sebagai wujud kepedulian  dan perhatian pemerintah desa kepada warga yang memiliki kelainan fisik.

"Terima kasih kepada rombongan pihak yayasan sabantu beserta narasumber bapak joni damanik yang bersedia memberikan penjelasan dan pemahaman serta pembekalan kepada kami pihak pemerintah desa sepahat yang berencana akan membentuk kelompok inklusi disabilitas dan peserta undangan yang hadir dalam kegiatan lokakarya," ucap Roni.

Andreas selaku perwakilan yayasan Sabatu menerangkan tentang perlunya perhatian dan penanganan khusus terhadap anak-anak yang memiliki kelainan fisik, yayasan Sabatu yang bertempat di jalan Cendana no. 110 Kota Pontianak sesuai dengan kepanjangan nama yayasan sabantu yaitu saling membantu.

"Kami mempunyai visi dan misi siap melayani dan membantu para penyandang cacat fisik yang memiliki ekonomi rendah untuk mendapatkan pengobatan dengan mudah hingga mengupayakan alat bantunya dengan menjadi perantara dan pemandu jalan antara penyandang cacat fisik dengan instansi terkait maupun orang lain," terangnya.

Jona Damanik, salah satu perwakilan dari lembaga Institut Inklusi Indonesia yang juga mengalami kelaianan fisik tersebut yaitu tuna netra tersebut sangat bersemangat menyampaikan materi dan menjawab pertanyaan-pernyataan warga yang berkaitan dengan disabilitas.

"Saya lebih senang dan memilih untuk menghadiri kegiatan sosialisasi tentang inklusi disabilitas di desa-desa karena disabilatas dan penyandang cacat fisik yang kurang tersentuh oleh pemerintah dan pihak terkait berada di desa-desa, semoga dengan penyampaian materi tersebut masyarakat lebih paham dan mendorong semangat masyarakat untuk peduli dalam menangani anak yang memiliki kelainan fisik," Ujarnya.

Bhabinkamtibmas Desa Sepahat, Brigadir Oktavianto berharap dengan diadakan kegiatan lokakarya desa sepahat tentang disabilitas tersebut warga lebih peduli baik terhadap keluarga maupun warga di lingkungan tempat tinggalnya terhadap para penyandang cacat fisik tersebut agar memberikan motivasi dan semangat serta mendapatkan seteraan hidup dan diterima di lingkungan masyarakat," pungkas Okta.

Penulis : Oktavianto
Editor : Tullahwi
Disiarkan di Radio Suara Landak 98 FM
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini