|

Masyarakat Melayu Karangan Gelar Robo-robo Tolak Bala dan Doa Keselamatan Rabu Syafar

Mempawah Hulu (Suara Landak)- Masyarakat adat budaya Melayu di Karangan gelar Robo-robo tolak bala dan doa keselamatan bertepatan dengan 30 syafar 1440 H. atau pada hari Rabu terakhir bulan Syafar di rumah adat Melayu Karangan, Rabu (07/11/2018).

Diantara ratusan masyarakat berbusana khas Melayu yang duduk melantai di halaman rumah adat yang sudah berdiri sejak tahun 2011 itu terlihat hadir Sekertaris Kecamatan Mempawah Hulu Agustinus Itas, Danramil 07 Mempawah Hulu Kpt. Inf. Ceng Deding, Kapolsek Mempawah Hulu Ipda Zulianto, Ketua MABM Mempawah Hulu Syarif M. Noor. Kepala desa Karangan Roslan.

Ketua panitia Robo-robo Karangan tahun 2018, Meta Yoga Ariana mengatakan bahwa acara Robo-robo diadakan untuk melestarikan adat budaya Melayu menolak bala dan berdoa meminta keselamatan kepada Tuhan.

"Acara Robo-robo ini wajib dilestarikan oleh masyarakat adat budaya Melayu unuk menolak bala dan berdoa meminta keselamatan. Dengan kegiatan ini juga diharapkan masyarakat hidup damai dan rukun," ujar Yoga saat ditemui di rumah adat Melayu Karangan di dusun Karya Raya.

Tokoh masyarakat adat budaya Melayu, Darna Sutikna menuturkan bahwa Robo-robo jadi tradisi diawali oleh terdahulu sehingga terus dilestarikan masyarakat sampai sekarang.

"Robo-robo adalah tradisi yang diawali oleh Raja Mempawah Opu Daeng Manambon setiap hari Rabu bulan Syafar untuk tolak bala dan doa keselamatan," tutur Darna Sutikna

Ia menerangkan lagi setelah Raja Mempawah Opu Daeng Manambon minggat dilanjutkan dengan raja berikutnya.

"Setelah Opu Daeng Manambon minggat tradisi Robo-robo dilanjutkan oleh Perembahan Adi Jaya. Makamnya ada di dusun Paci. Sedagkan Panglima Op Daeng Manambon yang bernama Tan Kapi yang bergelar Sultan Muhammad Tajudin makamnya ada di Perige Sunga desa Karangan," terang Dakna

Acara Robo-robo di Karangan berlangsung dengan penuh keceriaan dengan tema kerukunan ditandai dengan paduan tarian anak-anak dengan busana Melayu dan Dayak.

Pada kesempatan itu juga masyarakat antusia mengikuti berbagai perlombaan budaya lokal seperti pembuatan ketupat dari daun kelapa muda dan lainnya.

Tokoh masyarakat Melayu berharap generasi tetap cinta adat budaya Melayu dan melestarikannya dan juga acara Robo-robo tidak hanya milik masyarakat Melayu melainkan masyarakat umum yang ikut ambil bagian hadir dan menyaksikan.

Penulis : Iman Ceriawan Gulo
Editor   : Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini