|

Streaming Radio Suara Landak

Kampanye Gizi, IMA World Health Gelar Advokasi Pengambil Kebijakan di Landak

Ngabang (Suara Landak) –  IMA World Healt menggelar advokasi pengambil kebijakan dan stakeholder di tingkat Kabupaten Landak dalam rangka mendukung Kampanye Gizi Nasional (KGN), Kamis (19/10) hingga Jumat (20/10) di aula hotel Hanura Ngabang.

Fasilitator IMA World Health Kabupaten Landak Yeni Januati  mengatakan, Kampanye Gizi Nasional  dalam konteks Program Kesehatan dan Gizi Masyarakat untuk Cegah Stanting (PKGBM) yang difasilitasi oleh IMA World Health (IMA) telah berlangsung di tiga kabupaten – Ogan Komering Ilir, Kapuas dan Landak sejak Mei 2016.

“IMA beserta mitra Konsorsium (Dian Tama, PKBI, PPSW Borneo) berkegiatan di Kabupaten Landak dalam upaya cegah Stanting dengan melibatkan pimpinan atau kepala daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), civil society, pers serta pihak swasta,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, terbentuk dan berkelanjutannya Forum Multy Stakeholders, penyusunan dokumen RAD-PG, kegiatan-kegiatan aktivasi di 214 Posyandu dan kelas ibu, pelibatan laki-laki lebih dari 50% di 58 desa, advokasi pemangku kepentingan kepada 58 kepala desa dan 4 kecamatan, serta kegiatan peningkatan kapasitas SDM, diharapkan akan terus berkelanjutan.

“Kerja cegah Stanting tidak bisa dilakukan secara parsial diperlukan saling berkomunikasi, berkoordinasi sehingga upaya pencegahan stanting dapat dilakukan integrative lintas sektor, lintas pelaku, lintas tingkat,” ungkapnya.

Kegiatan-kegiatan cegah Stanting yang di dukung IMA World Health bersama mitra Konsorsium diharapkan memberikan dampak, dianyaranya, adanya peningkatan pengetahuan pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan tingkat kabupaten tentang stanting, dampak dan pencegahannya.

“Mendorong Mitra pemerintah, organisasi masyarakat sipil, sector swasta berpartisipasi dalam kampanye Gizi Nasional. Meningkatkan kesempatan bagi para ibu dan pengasuh untuk mendiskusikan topik pemberian makan bayi dan anak, masalah sanitasi dan higinitas,” urai Yeni.

Ia mengungkapkan, keberlanjutan program adalah hal yang mutlak dalam sebuah proses perubahan dan perbaikan. Kerja-kerja baik dan pembelajaran positif bisa menjadi arah yang positif untuk mengembangkan keberlanjutan yang lebih baik lagi. Selama masa pendampingan di kabupaten Landak, kita berkeyakinan banyak lessons learn yang layak untuk menjadi pembelajaran dan replikasi.

“Komitmen pemerintahan di multi level juga dibutuhkan dalam replikasi kegiatan-kegiatan yang telah terbukti memberikan engagement dalam upaya cegah stanting. Dengan akan berakhirnya masa kerja pendampingan yang dilakukan oleh Konsorsium di Kabupaten Landak, maka sudah sewajarnya dilakukan‘refleksi’ bersama dengan para pemangku kepentingan, serta memastikan keberlanjutan kegiatan cegah Stunting dalam program pemerintah serta regulasi secara maksimal,” urai Yeni.

Ia nenambahkan, untuk tujuan kegiatan, pasca pertemuan advokasi ini diharapkan, selama dan pasca sesi ini, pemangku kepentingan Kabupaten Landak diharapkan, memahami dan berkomitmen memastikan keberlanjutan pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan, RAD-PG Kabupaten merujuk RPJMD Kabupaten.

“Pembangunan maupun Dana Desa yang mendukung upaya cegah stanting. Memahami pembelajaran atas pengalaman pelaksanaan Kampanye Gizi Nasional dan upaya advokasi baik di tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten periode Mei 2016 – Oktober 2017,” jelasnya.

Penulis: Kundori
Editor: Mimi
Disiarkan: Radio Suara Landak 98 fm
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini