|

Jalan Masuk Persekolahan Mika Ngabang akan Ditutup Pemilik Tanah

JALAN MASUK PERSEKOLAHAN MIKA
Ngabang (Suara Landak) -  Jalan masuk Persekolahan Kristen Mekadonia (Mika) akan ditutup oleh pemilik tanah atas nama Ferdinand Tolla. Karena tanah tersebut hak nya sesuai sertifikat Hak Milik yang dikeluarkan BPN Landak No. 2613 tahun 1998.

"Dari hasil pengukuran bersama antara pemilik tanah sah atas tanah dan perwakilan Yayasan Mika pada tanggal 20 Juli 2017, maka ditemukan bahwa pagar persekolahan dan jalan masuk yang dibangun serta dipergunakan Mika telah melampaui batas tanah seluas 1.050 meter persegi, " ungkap Ferdinan Tolla dalam keterangan Persnya di Ngabang,  Rabu (2/8).

FERDIANAND TOLLA
Ferdinand menegaskan,  pihaknya tidak pernah melakukan perjanjian jual beli atau perjanjian tertulis apapun dengan pihak Yayasan Mika.

"Sejak tahun 2005 sampai saat ini atau kurang lebih 12 tahun,  pihak Yayasan Mika telah menggunakan tanah tersebut dan telah membuat pagar serta akses jalan masuk persekolahan tanpa seijin pemilik tanah. Tidak pernah membayar uang ganti untung atau sewa tanah atau tukar guling dengan tanah lain, " beber Ferdianand.

Maka,  Ferdianand mengirim surat kepada ketua Yayasan Persekolah Mika Ngabang,  bahwa pihaknya akan mengambil hak atas tanah yang dipakai Yayasan Mika. 

"Tanggal 8 Agustus 2017 akan menutup akses jalan masuk tersebut.  Karena jalan sebenarnya yang telah disediakan oleh Pemda Landak dan telah disahkan oleh DPRD Landak adalah melalui jalan Dusun Jamai Plasma V atau jalan Mika yang lama,"tegas Ferdianand.

Sementara itu,  Kepala Persekolahan Mika Ngabang,  Dolsius dikonfirmasi membenarkan ada surat dari pemilik ramah yang ditujukan kepada yayasan Mika.

"Saya hanya menangani edukatif saja.  bukan kewenangan penyedian sarana prasana. Saya juga baru tahu ada masalah soal tanah.  Kita pada prinsipnya menginginkan suasana aman bagi guru dan orang tua murid yang sudah mentitip anaknya di sekolah, "ungkapnya.

Dolsius mengaku sudah mendatangi  saudara Ferdianand agar pihaknya membuat surat kepada yayasan untuk diselesaikan dengan baik-baik jangan langsung menutup akses jalan.

"Kami juga akan rapat dengan komite dan orang tua murid SD karena ada kaitannya antar jemput dengan kendaraan mobil yang masuk, " kata Dolsius.

Ia juga berharap para orang tua murid persekolahan Mika agar tenang dan jangan gelisa menyikapi masalah rencana adanya aksi penutupan jalan.

"Kita tetap seperti biasa proses belajar mengajar di sekolah tersebut, "ujarnya.

Penulis: Kundori
Editor: Mimi










Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini