Menhan AS Pete Hegseth Yakin Upaya Pemakzulan Akan Gagal

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yakin upaya pemakzulan oleh anggota parlemen akan gagal, menyamakan dengan kasus Donald Trump. DPR AS diperkirakan voting pekan depan.

Menhan AS Pete Hegseth Yakin Upaya Pemakzulan Akan Gagal
Pilihan presiden terpilih AS Donald Trump untuk memimpin Pentagon, Pete Hegseth. (Foto: Reuters/ Elizabeth Frantz)

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyatakan keyakinannya bahwa upaya pemakzulan yang ditujukan kepadanya oleh sejumlah anggota parlemen di Kongres AS tidak akan berhasil.

Pernyataan tegas ini disampaikan Hegseth sebagai respons terhadap manuver politik yang digalang oleh kubu oposisi, menyusul meningkatnya tensi politik di Washington.

“Seorang anggota Kongres yang kecewa dan kalah, bersama seluruh sekutu Demokratnya, telah mengajukan pasal-pasal pemakzulan palsu terhadap saya,” tegas Hegseth melalui unggahan video di akun resmi X miliknya.

Hegseth menyamakan tuduhan yang diarahkan kepadanya dengan dinamika politik yang pernah dialami oleh Presiden Donald Trump. “Langkah ini sama persis seperti upaya mereka terhadap Presiden AS Donald Trump dua kali. Upaya itu gagal terhadap Trump dan tidak akan pernah berhasil terhadap saya,” lanjutnya.

Berdasarkan laporan yang mengutip sejumlah sumber internal Partai Republik, Majelis Perwakilan Rakyat (DPR) AS diperkirakan akan menggelar pemungutan suara terkait pemakzulan Menhan Hegseth paling cepat pada pekan depan.

Sejumlah penolak di lingkungan parlemen dan politisi Republik menuding Hegseth sebagai sosok kunci yang meyakinkan Presiden Trump untuk melancarkan operasi militer terhadap Iran. Langkah tempur ini dinilai sebagian pihak gagal mencapai tujuan strategis yang diharapkan.

Di tengah desakan publik dan parlemen, Presiden Donald Trump pada Rabu mengonfirmasi dirinya tidak berencana mengganti Hegseth dan justru memberikan pujian atas kinerjanya di bidang pertahanan. Kendati demikian, CBS News sebelumnya melaporkan Trump sempat mendiskusikan nasib Hegseth di kabinet bersama para penasihat utamanya, menyusul hasil pemilu sela yang kurang menguntungkan bagi Partai Republik.

AS baru saja menggelar pemilu sela pada 3 November 2026 untuk menentukan perebutan 35 kursi Senat, seluruh 435 kursi DPR AS, serta sejumlah posisi legislatif lokal dan gubernur di berbagai negara bagian.

Proyeksi CNN mengindikasikan Partai Demokrat berpeluang besar merebut kendali mayoritas di DPR AS. Sementara itu, hitungan proyeksi Bloomberg internasional menunjukkan kubu Demokrat berpotensi mengamankan kendali Senat dengan setidaknya menguasai 51 kursi, sebuah pergeseran peta kekuatan politik yang kian memperberat posisi Hegseth di Kongres.

Wacana pemakzulan terhadap Menteri Pertahanan Pete Hegseth mencerminkan dinamika perselisihan tajam antara lembaga eksekutif dan legislatif AS terkait arah kebijakan luar negeri dan intervensi militer di Timur Tengah. Penunjukan Hegseth sejak awal kepemimpinan pemerintahan Trump memang diwarnai perdebatan sengit mengenai strategi pertahanan nasional.

Inti dari perselisihan ini adalah eskalasi konflik militer dengan Iran yang memicu biaya politik dan ekonomi tinggi. Hal ini menjadi amunisi utama bagi kubu Demokrat, yang kini di ambang menguasai Kongres pascapemilu sela, untuk melakukan pengawasan ketat hingga menggunakan instrumen pemakzulan terhadap pejabat tinggi kabinet.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *