Asosiasi Museum Sambut Baik Rencana Pembangunan Museum Agung Nasional di Monas

Asosiasi Museum Indonesia (AMI) mendukung penuh rencana pembangunan Museum Agung Nasional di Monas. Langkah ini dinilai strategis untuk ekosistem permuseuman dan edukasi sejarah.

Asosiasi Museum Sambut Baik Rencana Pembangunan Museum Agung Nasional di Monas
Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana. (Foto: istimewa)

Asosiasi Museum Indonesia (AMI) menyambut baik dan menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk mendirikan Museum Agung Nasional di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Rencana ini dipandang sebagai langkah strategis yang akan memperkuat ekosistem permuseuman sekaligus menyediakan ruang edukasi sejarah dan peradaban yang lebih inklusif bagi masyarakat.

Ketua Umum AMI, Putu Supadma Rudana, mengapresiasi visi Presiden Prabowo yang dinilai memiliki tujuan luhur untuk memuliakan perjalanan peradaban Nusantara, kekayaan sejarah, budaya, dan identitas bangsa. Ia berharap museum ini dapat diperkenalkan kepada masyarakat luas, generasi muda, hingga audiens internasional.

“Kami menyebutnya sebagai Museum Agung Peradaban Nusantara, sebuah mandala utama peradaban Indonesia sejak masa prasejarah hingga Indonesia modern,” ujar Putu melalui keterangan resmi di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Putu, yang juga memimpin The Rudana Art Institution, menuturkan bahwa kehadiran Museum Agung Nasional di kawasan Monas diharapkan dapat berfungsi sebagai soul of a nation atau jiwa bangsa. Ia menekankan bahwa museum tidak seharusnya hanya menjadi tempat penyimpanan benda-benda purbakala, tetapi harus bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, interaksi, rekreasi, dan hiburan yang kaya akan nilai edukatif. Tujuannya adalah untuk menarik minat masyarakat, terutama generasi muda.

“Kami melihat kawasan Monas sebagai kawasan ikonik dan bersejarah yang memiliki nilai historis sangat kuat sebagai simbol perjuangan dan identitas bangsa. Karena itu, saya meyakini kehadiran Grand National Museum akan semakin memperkuat peran museum sebagai soko guru bangsa dalam menjaga kepribadian dan jati diri bangsa, sekaligus memuliakan kebudayaan Nusantara,” ucap Putu.

Di samping itu, AMI juga menyoroti sektor kebudayaan dan permuseuman sebagai salah satu capaian penting di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Hal ini ditandai dengan percepatan revitalisasi dan penataan 240 titik museum, cagar budaya, keraton, hingga benteng sepanjang tahun 2026.

Putu memberikan apresiasi khusus kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon atas komitmen dan langkah nyata dalam menjaga warisan sejarah Nusantara. Ia berharap perhatian besar pemerintah terhadap sektor permuseuman ini dapat menjadi inspirasi bagi kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan sektor swasta untuk berkolaborasi mewujudkan Indonesia sebagai “negeri beribu museum”.

“Kami mengapresiasi perhatian bapak Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan percepatan revitalisasi museum dan kebudayaan Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan yang dipimpin oleh bapak Fadli Zon. AMI melihat langkah Menbud, Fadli Zon sebagai komitmen untuk menjaga warisan sejarah dan memperkenalkan kekayaan peradaban Nusantara kepada generasi mendatang,” pungkas Putu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *